Pages

Selasa, 24 Januari 2017

Menikah adalah Manajemen Ketidakcocokan


Desain dari Sang Pencipta telah membuat banyak perbedaan pada diri laki-laki dan perempuan. Justru di sinilah letak keindahannya.

Ketika menikah, sering terkejut oleh hal-hal yang berbeda di antara mereka berdua. Tak jarang berujung kinflik.

Karena berbeda, maka diperlukan harmonisasi. Berbeda itu fitrah. Harmonis itu upaya.

Sepanjang hidup berumah tangga, diperlukan kearifan dalam menyelaraskan perbedaan. Karena menikah adalah menajemen ketidakcocokan yang harus dikelola dengan matang dan dewasa.

Tiga Langkah Mengelola Ketidakcocokan

Karena menikah adalah proses manajemen ketidakcocokan, maka diperlukan sejumlah langkah untuk merealisasikannya.
1.    Temukan Kecocokan
Langkah pertama adalah : temukan sebanyak mungkin hal-hal yang cocok dan sesuai antara suami dan istri.
2.    Cari Titik Temu
Langkah kedua adalah : jika bertemu hal yang tidak cocok, carilah titik temu yang bisa diterima oleh kedua belah pihak.
3.    Terima Apa Adanya
Langkah ketiga : jika sudah berusaha mencari titik temu tapi tidak bisa mendapatkan, maka terimalah pasangan anda apa adanya.

Jika tiga langkah ini berhasil ditempuh, niscaya tidak perlu ada perceraian.

(Cahyadi Takariawan)

Rabu, 02 November 2016

Ngubak-ubak banyu bening


Air bening/jernih kalau diobok-obok nanti ikannya pada mabok. Eh....

Maksudnya jikalau kita mengobok-obok air yang jernih pasti nanti jadinya keruh dan kotor, lagian air musta'mal (bekas) tidak sah jika kita gunakan untuk bersuci. Lha koq jadi mbahas thaharah 😀😀😀

Ini lho sudah sering mendengar kalimat "ngubak-ubak banyu bening" kan? terlebih lagi orang Jawa sudah pasti mempelajarinya, kita waktu sekolah dibekali kamus kecil yang namanya KBJ (Kawruh Basa Jawa). Meski bukunya kecil dan tipis di sana banyak ilmu yang bisa kita pelajari, termasuk paribasan.


Bact to topic

ngubak-ubak banyu bening artinya membuat kerusuhan di tempat yang aman dan tenang. Kalau dikaitkan dengan tranding topic saat ini bahwasannya Islam itu kan agama yang cinta damai dan seneng paseduluran, Lha koq ujug-ujug (tiba-tiba) ada seseorang yang mengatakan kitab suci Islam sebagai alat pembodohan. Lhak yo marai kuping panas nek kayak gini tu.

Wis ngono wae yo.

Rabu, 27 Juli 2016

Enjoy it



Salah satu moment kebahagiaan dalam proses membangun cinta adalah menikmati setiap kelebihan pasangan. .

Ada decak kagum dalam hati, ada kesyukuran dalam kalbu. .

Yang membuat indah adalah karena kita belum terlalu mengenal dirinya. .

Namun dalam proses membangun cinta bersamanya ada kejutan-kejutan dalam hal sifat yang membuat kita semakin mencintainya. .

Semakin bersyukur, karena ia ditakdirkan untuk menutupi kelemahan diri juga 
untuk menyempurnakan kelebihan yang Allah anugerahkan. .

Subhanallah, moga Sahabat bisa segera menikmati masa-masa indah membangun cinta karenaNya, di jalanNya, hanya untukNya. .

Aamiin.... . .
.
~Setia Furqon Kholid~

Selasa, 26 Juli 2016

Bukit Bangkirai


Baru dengar namanya saja sudah membuat kita happy, bukit gitu lho... yang pasti berada di alam, eh maksudnya tempat wisata yang pengunjungnya disuguhi dengan keindahan alam.

Kali ini kita berlibur dalam suana yang Fitri (red : liburan idul Fitri). Ibu, bapak dan suami mendapat jatah libur lebih panjang dari mereka yang kerja kantoran, mereka seorang pendidik, double holiday liburan ganda, liburan setelah ujian kenaikan kelas dan liburan hari raya idul Fitri sebulan lebih lamanya...mantab dah pokoknya.

Awalnya kita berencana mengunjungi tempat pemeliharaan satwa, tetiba di tengah perjalanan kita berubah pikiran, "kayaknya lebih asyik kalau kita maen ke bukit bangkirai?, Temen deket rumah bilangnya juga mau kesana" kata bapak. Kita belum merespon karena sedang mempertimbangkan. "Lagian berpuluh tahun kita tinggal di sini belum pernah sekalipun maen ke sana bu" kata bapak lagi. Ok..kita pun meng-iya-kan.

Perjalanan kita lanjutkan terus menuju arah bukit. Mencapai menit ke 50 namun blm sampai juga ke tempat tujuan, terus dan terus mobil kita melaju dengan kecepatan sedang. Tiga puluh menit kemudian belum nyampai juga, lelah penat mulai terasa ditambah lagi jalan yang kurang bersahabat karena sudah pada rusak (geronjal-geronjal) lubang jalan di sana-sini, debu beterbangan kemana-mana, dan kerikil berhamburan serta rasa khawatir kehabisan bensin yang tadi belum sempet di isi.

Sudah sejauh ini, masak iya kita mau puter balik dan menyerah begitu saja. Oke lah terus melaju saja di atas jalan yang nggronjal-nggronjal. Di menit yang ke 100 kira-kira sampailah kita di tempat tujuan, masih terasa lelah jadi belum begitu terkesan.

Sampai di pintu masuk membayar retribusinya sebesar Rp 11rb/orang (dewasa). Baru setelah masuk kita disuguhi keindahan alam yang menyejukkan, di area ini ada beberapa lamin-lamin, kolam renang, tempat makan, perahu dayung, Jungke cabin dan yang paling seru adalah canopy bridge (jembatan tajuk).

Untuk sampai ke conopy bridge kita harus berjalan menyusuri hutan dengan melewati dua track, track pertama sepanjang 150 M, tapi menurutku lebih dech 150 M.



Banyak terdapat pohon-pohon bangkirai yang tinggi menjulang ke atas batangnya, namun ada juga pohon-pohon yang tumbang karena keropos di makan rayap, batang dasarnya lebar betul sepertinya sudah berusia puluhan tahun, tapi sayang, batang-batang pohon besae itu tidak dimanfaatkan tergeletak di tanah begitu saja.

Sampai track ke-2 sepanjang 300 M, halamannya semakin banyak alias naik. Tapi ga perlu khawatir, saat merasa lelah bisa istirahat' sejenak di Pondok Rehat.




Nyampelah di Jembatan Takuk, WOW...ngeri betul ngeliatnya. Panjang jembatannya kurang lebih 64 m yang digantung melewati 5 pohon Bangkirai dengan ketinggian 30 m.







Kata petugasnya jembatan tajuk ini merupakan yang pertama di Indonesia, Konstruksinya dibuat di Amerika Serikat. Peneliti asal Amerika serikat  melakukan survey di lokasi tersebut, setelah itu dilakukan pembangunan pada bulan januari 1998 dan pembangunan yang kedua pada bulan februari 1998 dimana, dikerjakan oleh kontraktor Amerika yang tergabung dalam CCA (Canopy Constraction Asosiated) sebanyak enam orang orang dengan dibantu tenaga lokal sebanyak tiga orang. Selain kayu dalam konstruksinya digunakan pula bajatahan karat atau Galvanized dari Amerika.

Kamis, 14 Juli 2016

Kehidupan




Kehidupan telah mengajariku 
Bahwa kehidupanku adalah ujian yang panjang 
Setelah itu aku melihat kenikmatan yang tetap
Atau aku melihat setelah itu siksaan-siksaan bertubi-tubi

Ketakutanku semakin tinggi
Terhadap perhitungan amal
Cukuplah bagiku dengan berjabat tangan
Pada hari dimana aku mengharap penanggung

Ketakutanku semakin tinggi
Untuk menolakku perkara-perkara
Yang jelek tujuannya yang jelek jalannya

Allah telah menjanjikan 
Pada orang yang kembali 
Dan takut kekerasannya
Sebagai rahmat dan penerimaan yang baik 

Aku menjamin bahwa janji Allah adalah benar
Sesungguhnya janji Allah adalah dilakukan 

~#Muhammad Al Ghazali #~