Pages

Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 April 2021

Mudik Lebaran

Belum juga ramadhan udah ngobrolin tentang mudik nih. Siapa yang mau mudik lebaran angkat tangan? Saya mau banget mudik tapi situasi dan kondisi belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh. Kalau di tanya sedih tidak ga bisa mudik? ya jelas sedih lah. Kami di rantau hampir tiga kali puasa tiga kali lebaran belum bisa mudik lagi, udah kayak bang toyyib saja ya.

Tapi apapun itu, kita tetap putut bersyukur karena sampai saat ini masih diberikan nikmat sehat dan kesempatan hidup oleh-Nya, sehingga kita masih bisa mengumpulkan amal sebanyak-banyaknya dan mencari ridhoNya.

Oh iya, sekilas pernah lihat di artikel tentang anturan pemerintah terbaru bahwasanya di saat lebaran nanti ada larangan untuk mudik, sedangkan kalau wisata diperbolehkan, tapi koq agak rancau aturannya ya?.  semoga saja pandemi yang sudah lebih dari setahun melanda negeri tercinta kita ini segera berakhir, aamiin.

Yuk bisa yuk!

Ramadhan tinggal menghitung hari, tidak baik jika kita berlama-lama larut dalam kesedihan, meski jauh dengan keluarga dan saudara-saudara kita masih bisa komunikasi lewat HP, mengekspresikan rindu dengan doa-doa, bertegur sapa lewat social media.

Mari kita sama-sama menyiapkan diri untuk menyambut bulan yang suci, kita siapkan mental, fisik yang prima, agar aktivitas ibadah selama bulan ramadhan nanti bisa optimal. Ini menyemangati diri sendiri lho ya, hehehe.

Saya terus mengupayakan diri agar fisik segera prima kembali pasca melahirkan tiga pekan yang lalu, agar di bulan ramadhan nanti bisa melaksanakan puasa secara maksimal, Allah ridho dan Allah berkahi, aamiin.

Minggu, 14 Maret 2021

Menyambut Hadirnya Anak Sholeh



Setiap proses persalinan selalu ada doa, harapan, kesakitan sebagai penggugur dosa, air mata dan tawa bahagia. Kita hanya perlu menikmati setiap rasa yang kian datang silih berganti, nikmati, nikmati dan nikmati. Karna tak ada rasa yang kekal, semuanya akan berlalu seiring berjalannya waktu.

Jum'at dini hari sekitar pukul 03.30 Wita saya terbangun untuk buang air kecil, saya lanjutkan dengan menggosok gigi kemudian wudhu dan mengerjakan sholat lail. Sehabis sholat perut terasa mulas ringan, saya putuskan untuk melanjutkan tidur hingga waktu sholat subuh tiba.

Sebagaimana biasanya saya bangunkan si kakak untuk segera ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan berwudhu, kita melaksakan sholat subuh bersama. Sehabis sholat kakak mengajak jalan pagi, tapi karna perut terasa mulas dan punggung juga pegel luar biasa akhirnya kita tidak jadi jalan pagi.

Mulas ringan mulai terasa intens, saya putuskan untuk mengukur waktunya menggunakan aplikasi yang saya download di HP. Selang beberapa waktu saya komunikasikan dengan bidan yang bertanggung jawab di tempat tinggal kami.

Bidan merespon dengan baik, menanyakan kondisi dan menyarankan untuk banyak istirahat. Saya sudah tidak mengerjakan aktivitas rumah, hanya sesekali rebahan, jalan kaki di dalam rumah, senam paz maryam dengan memanfaatkan kusen jendela buat pegangan. 😊😊

Sholat Asar telah berlalu, rasa mulas semakin kuat dan teratur. Saya komunikasikan kembali kepada bidan, beliau menanyakan apakah sudah keluar semacam bercak darah? saya jawab belum ada bu, tapi mulesnya udah semakin kuat, lalu bidan bertanya kembali? "ini persalinan yang ke berapa?", "ke empat bu", jawab saya. "Ya sudah setelah sholat maghrib kita sama-sama datang ke puskesmas, jangan lupa sekalian membawa perlengkapan untuk persalinan" kata bidan via telephon.

Seperangkat perlengkapan untuk persiapan persalinan ini sudah saya siapkan sejak jauh-jauh hari. Karena riwayat persalinan saya sebelumnya selalu lebih cepat dari Hari Perkiraan Lahir, daripada nanti buru-buru lebih baik dipersiapakan sejak awal saja.

Saya masih sholat maghrib, tapi masya Allah sudah sangat kuat kontraksinya. Selepas sholat kedua kakak diantarkan ke rumah Kakak Nafisa buat menginap di sana, lalu suami menghubungi pak dokter Anto, tidak lama pak dokter datang ke rumah dan mengantarkan kami ke puskesmas. Oh iya, di jalan sempat berhenti sekitar 10 menit untuk beli makan (yang pasti dibelikan sama pak dokter, makasih ya dok), tahu kan dalam 10 menit itu bisa terjadi kontraksi berapa kali? 3 sampai 4 kali, emak bangsa pasti tahu rasanya kontraksi itu bagaimana?, dan bapak bangsa kagak bakalan pernah merasakannya.

Dalam benak saya, "ini beneran udah mau lahiran belum ya? biasanya persalinan sebelum-sebelumnya ada tanda bercak darah atau semacamnya sebelum lahiran, paling ini baru pembukaan 2 atau 3" "batinku".

Setelah tiba di puskesmas, kemudian di cek bidan ternyata sudah bukaan 8 atau 9, atas izin Allah tidak sampe 45 menit bayi pun lahir, di susul dengan lahirnya plasenta, namun ada selaput yang belum bisa lepas hingga akhirnya harus di infus, dan setelah 30 menitan lebih baru bisa lepas, masya Allah leganya.

Pasca melahirkan kami menginap semalam di puskesmas untuk di observasi, ditemani si kakak nomer 3 yang mulai rewel sedari adiknya lahir tadi, seperti ada rasa cemburu gitu. 
Pagi sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah setelah menyelesaikan urusan administrasi, dijemput ammah anti tentunya.

Ini kedua kalinya saya melahirkan di puskesmas tersebut, sebelumnya melahirkan di ruang KIA / ruang praktek bidan dan kali ini di ruang obat😊😊, karena selalu bersamaan dengan pasien lain saat persalinan. It's Ok tak mengapa.

Betapa Allah selalu membuat hati ini meleleh, atas segala kemudahan-kemudahan yang Dia berikan setiap proses persalinan, tanpa pertolonganNya saya tak punya kekuatan apa-apa. Alhamdulillah wa syukurilah.

Dan tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada temen-temen dan sahabat yang sudah membantu, mensuport dan mendoakan atas kelancaran persalinan ini, saya tidak bisa sebutkan satu per satu, semoga Allah berikan balasan terbaik kepada kalian semua.

Akhir kata, doakan kami agar mampu mengemban amanah menjadi orang tua yang bijak, dan anak-anak kami kelak menjadi anak sholih/ah, tangguh, pecinta Qur'an, Pemegang sunnah, bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, ummat, bangsa dan negara. Aamiin Allahuma aamiin.

Buol, 12 Maret 2021
28 Rajab 1442 H

Jumat, 05 Maret 2021

Menyambut Persalinan


Hari ini tepat 37 weeks usia kehamilan yang ke empat, semoga Allah selalu berikan kesehatan dan kelancaran saat proses persalinan nanti.

Masih saja merasa ada sedikit kekhawatiran dan kecemasan saat penantian persalinan itu, saya fikir ini hal yang wajar saja sich, tiap ibu yang menantikan kelahiran putra-putrinya akan merasakan hal yang sama, asal tidak belebihan saja.

Alhamdulillah hari ini sudah melakukan pemeriksaan terakhir, rapid antibodi dan pemeriksaan darah, mendapatkan hasil sesuai yang kami harapkan.

Ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan saat menjelang persalinan, di antaranya :

1. Kesiapan jiwa (psikologis)

2. Perencanaan tempat bersalin (Puskesmas, Klinik Bidan Praktek, Rumah Sakit, dll)

3. Barang-Barang yang dibawa saat bersalin

- Satu set baju ganti ibu (mulai dari kerudung, kaos kaki, masker dll)

- Dua set baju bayi (Bedong, baju, popok, diapers, sarung tangan dan kaki)

- Dua buah jarik

- Pembalut Nifas

- Buku KIA

- Identitas diri

Dan kini tinggal menunggu proses itu datang. Doakan ya sahabat, semoga proses persalinan nanti berjalan lancar, sehat, selamat serta menjadi anak sholih/ah, anak kuat, pintar dan cerdas.

Jumat, 07 Februari 2020

Ngaturaken Sugeng Tindak Nenek




Nenek baruku (neneknya suami), seorang yang luar biasa, saya sering memanggil beliau dengan sebutan nenek ciamis. Kota Ciamis merupakan tempat kelahiran ibu mertua, ibu di rawat dan di besarkan bersama 11 saudara lainnya oleh nenek dan kakek, saya sendiri belum sempat bertemu dengan kakek, karena beliau telah berpulang ke rahmatullah beberapa tahun sebelum saya menjadi bagian dari keluarga besar nenek.

Kamis, 26 Desember 2019

Wisata Murah

Assalamualaikum Sahabat..

Sudah lama ga ketik-ketik dan simpan di blog ini.

Ini cerita liburan kami..
Maen di pantai dengan budget minimalis, minilan kalian siapkan uang buat beli bensin, syukur-syukur di motor bensinya sudah full, jadi bisa piknik tanpa modal 😊😊😊.

Sebenarnya yang paling butuh piknik itu adalah emak, bahkan motoran keliling-keliling dengan tujuan yang ga jelaspun sudah bisa melepas segala kepenatan si emak. Jadi bapak-bapak sering-seringlah mengajak istrimu motoran, meski sebatas nganter ke pasar.

Oh..iya kembali ke agenda liburan kami, kami memilih pantai (asli ini karna tidak ada pilihan yang lain) karna gtariss.. tidak ada tarif retribusi dan parkir, di sana sudah di sediakan gazebo-gazebo bagi yang memesan makanan, kalaupun tidak pesan / membawa bekal dari rumah juga tak masalah, boleh saja nongki-nongki di sana.

Nama tempatnya Pantai Maninang, artinya saya kurang tahu, dan bagi kami kata itu sangat asing di telinga. Lokasi ini milik perorangan dan belum lama dijadikan tempat wisata.

Menurut kami sudah lumayan, ada warung makan yang menyediakan menu ringan seperti binte jagung, ambal, mie cakalang, mie instan, dan berbagai minuman seperti saraba, es teh/jeruk, es cendol dan minuman saset lainnya. Ada juga spot-spot foto yang menarik, ayunan serta tempat duduk-duduk.

Tapi hati-hati ya banyak pohon kelapa, khawatir kelapanya jatuh.








Selamat berlibur ya sahabat...


Jumat, 21 Juni 2019

Merajut Cinta Mengharap Ridho




Tiada kata yang lebih pantas untuk diucapkan pertama kali selain rasa  syukur yang tiada terkira, atas kebarokahan nikmat serta ridho yang Allah SWT berikan kepada kita berdua, dua anak manusia yang tiada pernah mengenal satu dengan yang lainnya, hanya bermodal keyakinan dan mengharapkan Ridho dariNya, meski keyakinan itu sempat goyah, namum Allah Maha Baik, memudahkan segala proses hingga terucapkan kalimat ijab qobul. Barokalluhu.

Hari ini, tepat 5 tahun yang lalu seorang lelaki asing datang menghadap waliku,  memohon doa restu untuk menpersunting anak gadis desa yang amat sangat biasa,  entah apa yang ada dalam pikirmu saat itu, memberanikan diri melawan keraguan yang ada dalam hatimu, hingga Allah izinkan kita bersatu. (Terima kasih kepada para Murobbi/ah yang telah mempertemukan kami)

Jumat, 12 April 2019

Mengharap Persalinan Barokah




Saat rasa itu datang menghampiri, hanya lantunan doa dan dzikir yang selalu keluar dari lisan, "nikmati nikmati proses ini, sebentar lagi akan berlalu" sugesti yang saya tanamkan dalam diri untuk menguatkan hati. "Ya Allah berikanlah kepadaku persalinan yang barokah, kuatkan aku menikmti semua rasa yang khas ini.


Malam itu tinggal saya yang belum bisa memejamkan mata, suami dan anak-anak sudah tidur sejak pukul 21.00, karena semenjak sore perut terasa mules dengan intensitas teratur, saya nikmati saja sambil sesekali minum air putih. Detik berlalu, menit berlalu dan jam pun berlalu, hingga pukul 02.00 dini hari matapun belum jua terpejam, kali ini saya sudah tidak bisa membendung rasa sakit itu lagi, badan sudah mulai menggigil, seperti yang sudah-sudah, ini tandanya persalinan sudah semakin dekat.

saya bangunkan suami, suami pun segera bergegas dan bilang "Ayo saya antar ke puskesmas sekarang". Saya menghubungi bidan dan bidanpun siap untuk datang ke puskesmas. kami berangkat dan terpaksa anak-anak yang masih terlelap kami tinggalkan tidur berdua di rumah tanpa ada yang menemani, kami pasrahkan kepada Sang Maha Penjaga.
Kurang lebih 30 menit di puskesmas Bayi mungil ini terlahir ke dunia, Alhamdulillah persalinan berjalan dengan lancar, di bantu dengan 2 bidan yang harus menangani 2 persalinan yang hampir bersamaan.

Amanah baru lagi bagi kami ummi dan abinnya, doakan  semoga kami mampu mengemban amanah ini dengan baik. Semoga kelak ia menjadi putri sholihah, bermanfaat untuk agama dan juga negara. .
Kami yang berbahagia

Abi Ilyas, Ummi Nurjannah, Kk Alisya Kk Inara dan adek baru kita Adek Aira.



Jumat, 06 April 2018

Kota Sapi




Genap 3 bulan kita tinggal di kota sapi ini, 😱😱 kota sapi ? Ini pendapat saya lho ya jangan diprotes. Kenapa saya menyebutnya kota sapi 🐂🐂 ? karena banyak kawanan sapi yang berkeliaran ke mana-mana layaknya ayam, biasa bergerombol di lapangan,

Rabu, 17 Januari 2018

Kantor seperti Masjid


Kantor Bupati Buol


Kesan pertama melihat bangunan ini dari jauh dalam hati bergumam 'wah ada masjid agung' di atas sana. Lokasinya memang agak tinggi jadi sangat jelas kalau di lihat dari kejauhan.

Pas nyampai sana agak kaget, ternyata ini bangunan sebuah kantor, hanya saja desainnya mirip dengan masjid ~ ada kubahnya.

Jumat, 11 Agustus 2017

Petualangan Perdana Inara




Waktu mununjukkan pukul 16.15 kita berempat (Abi, ummi, kk Alisya dan Adek Inara) naik motor menuju ke rumah Ibu yang di renovasi, Bapak dan Ibu sedang mengecat di sana. Kami kesana untuk membayarkan iuran semenisasi jalan, setelah itu kita langsung pulang ya bi (niatnya). 

Rabu, 09 Agustus 2017

Pilih yang mana?




Eheeem lagi galau nich...
Dikit-dikit koq galau ya? Emangnya yang punya masalah situ doang? Orang lain ada masalah juga kali...
Ah sudahlah..... ngemeng apa ini ?

Hay hay bumil-bumil syatik yang sekarang sudah melahirkan apa kabar? Semoga ibu & si dedek bayi sehat dan tumbuh dengan baik. Setelah melalui proses kehamilan selama +- 40 weeks dengan kondisi yang berbeda-beda tentunya antara orang yang satu dengan yang lainnya. Alhamdulillah di kehamilan saya yang ke-2 ini tidak serepot seperti pada kehamilan pertama, hanya di awal2 kehamilan saja mual dan muntah-muntah, kadang-kadang juga sakit kepala, namun tak sesering seperti hamil sebelumnya dan sedikit agak pegel-pegel pinggangnya.

Kamis, 20 Juli 2017

JEJAK-JEJAK INARA




        Tepat pukul 02.00 dini hari aku merasakan ada sesuatu yang keluar dari jalan BAK, seperti ada urine yang mengalir sedikit, bergegas aku ke kamar mandi dan buang air kecil. Oh… rupanya benar air kencingnya keluar sedikit, “ mungkin karna aku menahan kencing jadinya kelepasan” batinku.

        Ke kamar tidur dan bersiap untuk melanjutkan tidur kembali (berbaring ke kiri dan memejamkan mata). Belum sempat tertidur perut mulai merasa mulas seperti mau BAB, akupun berpikir untuk tak terlalu menghiraukannya (nanti saja kalau sudah benar-benar kebelet BAB baru turun ke WC).

Selasa, 26 Juli 2016

Bukit Bangkirai


Baru dengar namanya saja sudah membuat kita happy, bukit gitu lho... yang pasti berada di alam, eh maksudnya tempat wisata yang pengunjungnya disuguhi dengan keindahan alam.

Kali ini kita berlibur dalam suana yang Fitri (red : liburan idul Fitri). Ibu, bapak dan suami mendapat jatah libur lebih panjang dari mereka yang kerja kantoran, mereka seorang pendidik, double holiday liburan ganda, liburan setelah ujian kenaikan kelas dan liburan hari raya idul Fitri sebulan lebih lamanya...mantab dah pokoknya.

Awalnya kita berencana mengunjungi tempat pemeliharaan satwa, tetiba di tengah perjalanan kita berubah pikiran, "kayaknya lebih asyik kalau kita maen ke bukit bangkirai?, Temen deket rumah bilangnya juga mau kesana" kata bapak. Kita belum merespon karena sedang mempertimbangkan. "Lagian berpuluh tahun kita tinggal di sini belum pernah sekalipun maen ke sana bu" kata bapak lagi. Ok..kita pun meng-iya-kan.

Perjalanan kita lanjutkan terus menuju arah bukit. Mencapai menit ke 50 namun blm sampai juga ke tempat tujuan, terus dan terus mobil kita melaju dengan kecepatan sedang. Tiga puluh menit kemudian belum nyampai juga, lelah penat mulai terasa ditambah lagi jalan yang kurang bersahabat karena sudah pada rusak (geronjal-geronjal) lubang jalan di sana-sini, debu beterbangan kemana-mana, dan kerikil berhamburan serta rasa khawatir kehabisan bensin yang tadi belum sempet di isi.

Sudah sejauh ini, masak iya kita mau puter balik dan menyerah begitu saja. Oke lah terus melaju saja di atas jalan yang nggronjal-nggronjal. Di menit yang ke 100 kira-kira sampailah kita di tempat tujuan, masih terasa lelah jadi belum begitu terkesan.

Sampai di pintu masuk membayar retribusinya sebesar Rp 11rb/orang (dewasa). Baru setelah masuk kita disuguhi keindahan alam yang menyejukkan, di area ini ada beberapa lamin-lamin, kolam renang, tempat makan, perahu dayung, Jungke cabin dan yang paling seru adalah canopy bridge (jembatan tajuk).

Untuk sampai ke conopy bridge kita harus berjalan menyusuri hutan dengan melewati dua track, track pertama sepanjang 150 M, tapi menurutku lebih dech 150 M.



Banyak terdapat pohon-pohon bangkirai yang tinggi menjulang ke atas batangnya, namun ada juga pohon-pohon yang tumbang karena keropos di makan rayap, batang dasarnya lebar betul sepertinya sudah berusia puluhan tahun, tapi sayang, batang-batang pohon besae itu tidak dimanfaatkan tergeletak di tanah begitu saja.

Sampai track ke-2 sepanjang 300 M, halamannya semakin banyak alias naik. Tapi ga perlu khawatir, saat merasa lelah bisa istirahat' sejenak di Pondok Rehat.




Nyampelah di Jembatan Takuk, WOW...ngeri betul ngeliatnya. Panjang jembatannya kurang lebih 64 m yang digantung melewati 5 pohon Bangkirai dengan ketinggian 30 m.







Kata petugasnya jembatan tajuk ini merupakan yang pertama di Indonesia, Konstruksinya dibuat di Amerika Serikat. Peneliti asal Amerika serikat  melakukan survey di lokasi tersebut, setelah itu dilakukan pembangunan pada bulan januari 1998 dan pembangunan yang kedua pada bulan februari 1998 dimana, dikerjakan oleh kontraktor Amerika yang tergabung dalam CCA (Canopy Constraction Asosiated) sebanyak enam orang orang dengan dibantu tenaga lokal sebanyak tiga orang. Selain kayu dalam konstruksinya digunakan pula bajatahan karat atau Galvanized dari Amerika.

Rabu, 06 Juli 2016

HAPPY IED MUBARROK




السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Kami Menghaturkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1437 Hijriah

TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM WA TAQOBBAL YA KARIIM

Semoga Allah SWT ridho dengan sholat kita, shaum kita, qiyamulail kita, tadarus kita, sodaqoh kita, dan mendapat derajat TAQWA disisiNYA. 

MOHON MAAF LAHIR & BATIN atas salah dan khilaf baik yg disengaja maupun tdk disengaja...😘😘

 آمــــــــــــــين.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه 

  _Nurjanah & keluarga_

Senin, 07 September 2015

Si Kecil Alisya Demam


Seminggu yang lalu tepatnya tanggal 30 Agustus dindaku sholihah Alisya badanya demam, suhu badannya lumayan panas mencapai 38,6 °C. Memang sich 3 hari sebelumnya ia sudah flu dan agak batuk ringan, sehari kemudian saya juga sudah tertular ikutan bersin-bersin. Si kecil yang berumur 5 bulan itu masih ku biarin bermain memegangi mainan sebagaimana biasanya, namun intensitas pemberian ASInya saya tambah, kemudian dia tertidur sebentar...bangun tidur suhu tubuhnya naik menjadi 39,1 °C, kubalurin parutan bawang merah bersama daun sirih dan ku tunggu sampe bebetapa saat, Alhamdulillah...panasnya mulai turun, dia bisa bermain lagi.

Sorenya saya mandikan, sengaja lebih lama dari biasanya agar panas badannya segera turun lagi. Sudah tidak ada masalah, ia sudah riang kembali.

Malam menjelang tidur ia mulai merengek-rengek, nangis terus-terusan, minum asinya sedikit-sedikit, bibirnya merah banget, panasnya naik lagi sampai 39,9 °C, saya balur lagi badannya dengan parutan bawang merah, umbun-umbunnya saya kompres dengan air hangat, dahinya ditempeli pave. Satu jam kemudian panasnya juga belum turun, namum ia sudah mulai tenang dan akhirnya tertidur.



Pagi hari Alisya saya periksakan ke puskesmas terdekat. Wah ternyata saya datang kesiangan, pukul 08.15 sudah banyak orang yang mengantri di sana, aku mendapat no antrian 44, padahal yang di layani baru nyampe nomor 17, ya sudah 'alamat' menunggu lama nich.
Si kecil diem aja dalam gendongan, cerianya memudar tapi Alhamdulillahnya ia ga nangis cuma sesekali melihat atap melirik kanan kiri.

Jam 10.00 WITA tiba gilirannya si kecil diperiksa, dokter mengatakan tidak perlu khawatir, sering-sering di kompres pake air hangat dan setiap 4 jam diminumin obat penurun panas, dan jangan lupa dikasih ASI yang banyak. Lega dengernya.

Sedikit cerianya mulai kembali, Wah..... malemnya heboh lagi panasnya malah naik jadi 41,1 °C, bingung saya, sudah lu kasih obat penurun panas, di kompres malah panas lagi, takut terjadi hal-hal yang tidak di ingginkan, tidurnya ga nyenyak sering bangun dan merengek-rengek, di kasih ASI susah banget. Duh...ga tega melihat dindaku sakit seperti itu, dalam hati mengatakan mending ummi aja nak yang sakit seperti ini daripada kamu. Aku jadi ga bisa tidur, begitu juga Abinya.

Pagi harinya Alhamdulillah panasnya turun 37,7 °C, ia sudah 'berkicau' dan bermain-main dedngan riang lagi, semenjak pagi sampe sore ga rewel lagi.




Ternyata tidak cukup sampe di sini..pagi harinya emang sich panasnya sudah reda tapi di wajah muncul bintik-bercak-bercak merah bahkan sampe memenuhi wajah Alisya. Saya pikir alergi obat atau penyakit gatal ternyata kata ibu itu namanya krumutan (istilah Orang Kalimantan), kalau Orang Jawa bilangnya tuwuh (tumbuh) bercak merah, sebenarnya nama aslinya adalah Roseola Infantum, maklum lah BuMud alias ibu muda masih sering panik dan khawatir.
Alhamdulillah 3 hari bercak-bercak merahnya dah hilang semua kok. Ceria kembali si kecil






Senin, 31 Agustus 2015

Doaku



Ya Allah...
Kau ciptakan aku dari tiada, menjadi ada
Kemudian Kau kembalikan aku kepada-Mu
Kehidupanku bejalan dan berputar
sesuai dengan kehendak-Mu

Ya Allah...
Hari ini tiba juga aku di usia ini
Hari di mana aku harus menjadi lebih bijaksana
Hari di mana aku harus menjadi lebih dekat dengan-Mu
Hari di mana aku harus bisa menjadi teladan bagi orang lain

Ya Allah...
Panjangkanlah usiaku agar hidupku menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain
Panjangkanlah usiaku agar aku dapat lebih memandang hidup dengan penuh makna dalam kebesaran-Mu
Panjangkanlah usiaku agar aku dapat membimbing keluargaku untuk dapat tunduk dan berbakti kepada- Mu
Panjangkanlah usiaku agar aku dapat lebih bersyukur atas nikmat dan rizqi yang Engkau anugerahkan kepadaku

Ya Allah...
Jadikanlah aku menjadi hamba-Mu yang khusyu' dan tawadhu' dalam menerimah hikmah dan berkah-Mu
Bertambah usia dalam hitunganku berkurang pula usiaku dalam hitungan-Mu

Ya Allah
Terima kasih Engkau telah mengangkatku menjadi makhluk dengan derajat yang tinggi
Terima kasih engkau telah memberikan cahaya keimanan kepadaku sehingga aku dapat lebih mengenal-Mu,

Ya Allah...
Aku percaya bahwa Engkau akan selalu berikan yang terbaik untuk diriku, keluargaku, orang tuaku dan semua sahabat sejatiku, yang selalu peduli padaku Hanya pada-Mu lah aku senantiasa mengabdi dan Hanya pada-Mu lah aku memohon pertolongan Kabulkanlah do'a hamba-Mu ini.

Amin..amin..amin.. Yaa Robbal 'Alamin..

Rabu, 29 Juli 2015

Dia Maha Cinta




Bersamamu, kumulai hidup yang baru.
Denganmu, aku melangkah tanpa ragu.
Suka dukamu, akan kutemani dengan setia.
Sungguh, aku yang bersamamu ialah aku yang tumbuh dalam kasih bahagia.

Untukmu, imamku.
Terima kasih sudah menjagaku dengan sebaik-baik cara.
Terima kasih sudah memberiku cinta dengan balutan cintaNya.
Terima kasih atas segala doa-doa.
Aku mencintaimu, dalam segala suasana.
Percayalah, suka dukamu akan menjadi milikku juga.

Maafkan aku jika belum sepenuhnya menjadi kekasihmu yang sempurna.
Bimbinglah aku.
Ajarkan aku.
Perbaiki aku.
Sungguh, untukmu aku ingin menjadi juara.
Juara dalam segala.
Juara dalam mengurusmu.
Juara dalam memperhatikanmu.
Juara dalam mendidik putra-putri kita.
Dan juara dalam merawat rumah kita.

Aku mencintaimu.
Dan semoga Allah mengizinkan kita menjadi satu keluarga tak hanya di dunia, melainkan juga keluarga di surga.

By : tausiyahku



Senin, 20 Juli 2015

HAY KALIAN...


Walau kau tak seberapa..
Tapi waktu bergulir indah bersamamu..
Sedih menjadi bahagia..
Tangis menjadi tawa..
Inilah masa indah kita bersama..
Yang slalu kurindukan..
dan takkan pernah terlupakan..
Keluarga kecilku, tiada hari tanpamu...


Sabtu, 11 Juli 2015

Keceriaan di Pantai Sembukan




Pantai merupakan salah satu tempat yang menjadi referensi pilihanku untuk tadabur dan menikmati indahnya alam. Indah, sejuk, nyaman dan menyenangkan. Kali ini merupakan kesekian kalinya aku mangunjungi pantai, dan salah satunya di Pantai Sembukan yang ada di Kecamatan Paranggupito, Wonogiri.

Kedua kalinya aku menginjakkan kaki di sana, yang pertama pada saat bersama teman-teman SMPku, yah sudah cukup lama juga sekitar 10 tahun yang lalu, dan yang kedua hari senin kemaren, pantai ini memang yang paling dekat dari rumahku dibandingkan pantai-pantai lainnya, jarak tempuhnya kurang lebih 45 menit.


Di Pantai Sembukan ini memiliki ciri khas yakni banyaknya batu karang yang mendominasi di bibir pantai, sehingga membuat pantai ini kurang nyaman jika digunakan untuk mandi dan bermain air. Namun pemandangan di sekitar yang berupa bukit-bukit akan menambah keindahan pantai ini.


Ada sekitar 3 bukit tinggi yang bisa dijadikan tempat untuk memandang dan mengabadikan moment. Jalan untuk menuju bukit ini juga sudah nyaman. Masih sangat jelas sekali dulu aku naik ke atas sembari nyangking sendal karna jalannya begitu licin. Di atas bukit ini juga dibangun kayak masjid gitu.



Mitos yang berkembang katanya pantai ini merupakan salah satu jalur yang digunakan Nyi Roro Kidul untuk memasuki Keraton Kasunanan Surakarta, tempat untuk semedi-semedi gitu.

Berlibur tidak harus mahal koq, cukup dengan membayar Rp 3.000 saja, kita sudah bisa menikmati keindahan Pantai Sembukan dengan deburan ombak yang kencang dan batu karang yang indah serta bukit-bukit yang cantik.