Mau berbagi tips nich, buat bunda/ummi/ibu/emak/simbok, untuk mengatasi calana yang kepanjangan.
Jadi gini ceritanya...
Setiap suami beli celana panjang (formal ukuran dewesa), panjangnya selalu melebihi mata kaki. Ketika di kenakan ke sekolah kemudian di lipat, itu rasanya agak kurang nyaman. Oleh karenanya harus dikecilkan agar tidak melebihi mata kaki.
Tampilkan postingan dengan label Belajar Menjahit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Menjahit. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 Oktober 2017
Rabu, 05 April 2017
Pola Lengan Panjang
Berikut cara membuat pola lengan panjang
1. A – B = 11 cm (ukuran
standar kebiasaan pola baju dewasa)
2. A – E = 55 cm
(panjang lengan)
3. D – E = 14 cm (1/2
lingkar lengan)
Gambar
Senin, 03 April 2017
Cara Membuat Kupnat
Kupnat adalah lipatan pada pakaian yang dijahit membujur pada
bagian dada, pinggang, bahu atau bagian lainnya dengan tujuan untuk mengepas
pakaian serta memberikan efek ramping dan menyamarkan bentuk tubuh yang kurang
menarik. Penambahan lipatan kupnat dalam jumlah banyak juga mampu memberikan
siluet yang lebih menawan pada suatu busana.
Cara
Membuat Kupnat
1. A – B = bahu
tertinggi sampai batas kupnat atas adalah 27 cm
2. C – E = ½ dari
ukuran Antara Buster (AB) ½ x 20 = 10 cm
3. E-D / E-F = 1,5 cm
4. E – G = 14 cm
Rabu, 29 Maret 2017
Rumus Pola Belakang Baju Wanita
Rumus
Pola Belakang
Lingkar
Badan (LB) = LBx¼-2
Lingkar
Pinggang (LP) = LPx¼-2+3½
Lingkar
Panggul (LPP) = LPPx¼-2
Contoh
:
Pola
dasar baju wanita Bagian Belakang dengan ukuran sebagai berikut :
Lingkar
Badan (LB) = 100
Lingkar
Pinggang (LP) = 92
Lingkar
Panggul (LPP) = 110
Lebar Bahu
(LBu) =
14
Antara Buste
(AB) =
20
Tinggi
Buste (TB) = 26
Lebar Muka =
30
Panjang
Baju (PB) = 70
Lingkar
Lengan (LL) = 28
Langkah
pertama kita buat ukuran sesuai dengan Rumus Pola Belakang.
LB = 100x¼-2 = 23
LP = 92x¼-2+3 = 24
LPP = 110x¼-2 = 25,5
Keterangan
Gambar
Ini
merupakan rumus simpel yang diajarkan oleh instruktur jahit saya :
A – B = 7 cm (ukuran standar kebiasaan pola baju
dewasa)
A – E = 2 cm (ukuran standar kebiasaan pola baju
dewasa)
B - C = 14 cm (ukuran lebar bahu)
C – D =
3 cm (ukuran standar kebiasaan pola baju dewasa)
A – F =
22 cm (ukuran standar kebiasaan pola baju dewasa)
F – H = 18 cm (ukuran standar kebiasaan pola baju
dewasa)
H – J = 20 cm (ukuran standar kebiasaan pola baju
dewasa)
A – L = 70 cm (panjang baju)
F – G = 23 cm (ukuran lingkar badan)
H – I = 24 cm (ukuran lingkar pinggang)
J – K = 25,5 cm (ukuran lingkar panggul)
Senin, 27 Maret 2017
Rumus Pola Depan Baju Wanita
Rumus
Pola Depan
Lingkar
Badan (LB) = LBx¼+2
Lingkar
Pinggang (LP) = LPx¼+2+3
Lingkar
Panggul (LPP) = LPPx¼+2
Contoh
:
Pola
dasar baju wanita Bagian Depan dengan ukuran sebagai berikut :
Lingkar
Badan (LB) = 100
Lingkar
Pinggang (LP) = 92
Lingkar
Panggul (LPP) = 110
Lebar Bahu
(LBu) =
14
Antara Buste
(AB) =
20
Tinggi
Buste (TB) = 26
Lebar Muka =
30
Panjang
Baju (PB) = 70
Lingkar
Lengan (LL) = 28
Langkah
pertama kita buat ukuran sesuai dengan Rumus Pola Depan
LB = 100x¼+2 = 27
LP = 92x¼+2+3 = 28
LPP = 110x¼+2 = 29,5
`Keterangan
Gambar
Ini
merupakan rumus simple yang diajarkan oleh instruktur jahit saya :
A – B 7
cm (ukuran standar kebiasaan pola baju dewasa)
A – E 8
cm (ukuran standar kebiasaan pola baju dewasa)
B - C 14 cm (ukuran lebar bahu)
C – D 3 cm (ukuran standar kebiasaan pola baju
dewasa)
A – F 22
cm (ukuran standar kebiasaan pola baju dewasa)
F – H 18 cm (ukuran standar kebiasaan pola
baju dewasa)
H – J 20 cm (ukuran standar kebiasaan pola baju
dewasa)
A – L 70 cm (panjang baju)
F – G 27 cm (ukuran lingkar badan)
H – I 28 cm (ukuran lingkar pinggang)
J – K 29,5 cm (ukuran lingkar panggul)
Selasa, 21 Maret 2017
Cara Mengukur Ukuran Badan Wanita
Diukur pada
bagian belakang, mlalui ketiak hingga melingkari payudara, lewat pertengahan
dada dalam keadaan pas, lalu ukuran disela 4 jari atau ditambah 4 cm untuk
kenyamanan pakaian.
2. Lingkar Pinggang (LP)
Diukur pada
bagian pinggang yang di ikat vetter-band / pita, diambil angka pertemuan
meteran dalam keadaan pas, lalu ukuran disela 2 jari atau ditambah 2 cm.
3. Lingkar Pinggul
(LPP)
Diukur
melingkari pantat / panggul terbesar dari batas tinggi pinggul dengan pas, lalu
ukuran ditambah 4 cm untuk kenyamanan pakaian.
4. Lebar Bahu (LBu)
Diukur dari
batas leher sampai bahu terendah.
5. Lebar Dada (LD) /
Lebar Muka
Senin, 13 Maret 2017
Bahan Membuat Pakaian
Ø
Kain
Ø Benang
Ø Benang Jelujur
Ø Resleting
Ø Macam-macam kancing
kemeja
Ø Macam-macam kancing
bungkus
Ø Macam-macam kancing
kain
Ø Macam-macam kancing
tekan
Ø Macam-macam kancing
hian
Ø Macam-macam kancing renda
hias
Ø Macam-macam Macam-macam
gesper
Ø Macam-macam biku-biku
Ø Macam-macam hisband
Ø Macam-macam kain
keras
Ø Macam-macam perekat
Ø Macam-macam bis
pipih
Ø Macam-macam tali
pengisi, dll.
Jumat, 10 Maret 2017
Alat dan Bahan Menjahit
Di
postingan sebelumnya sudah saya sampaikan kebutuhan mendasar yang harus
dimiliki sahabat saat akan belajar menjahit. Selanjutnya akan saya sampaikan beberapan
peralatan dan bahan-bahan untuk menjahit besera kegunaannya, yakni :
1. Buku Besar
Untuk
mencatat semua pelajaran yang disampikan instruktur saat kegiatan belajar
menjahit.
2. Skala
Sebagai alat ukur dalam menggambar pola dalam ukuran kecil seperti ukuran
skala 1/2, 1/4, 1/6, 1/8.
3. Penggaris Aneka
Ukran
Penggaris
ukuran 30 cm /60 cm, penggaris siku lengkung, penggaris pembentuk bagian
pinggul (dreesmaking), dll.
4. Bolponit, Pensil,
Penghapus
5. Pensil warna merah
biru
Untuk mewarnai pola agar dapat membedakan pola
depan (merah) dan belakang (biru)
6. Meteran
Alat yang dipakai untuk mengambil ukuran badan
untuk mengetahui ukuran yang diperoleh dan alat pengukur pada waktu menggambar
pola besar.
7. Gunting Kain
Khusus untuk menggunting kain atau tekstil.
Tidak diperbolehkan untuk menggunting kertas atau lainnya agar tetap
tajam, gunting kain salah satu pegangan harus cukup besar sehingga cukup untuk
empat jari , pegangan yang kedua untuk ibu jari. Saat menggunting bahan tangan
kanan memegang gunting dengan jari masuk kelubang yang telah ada dan tangan
kanan menekan bahan saat menggunting.
8. Guting Kertas
Khusus digunakan untuk
menggunting kertas dapattmenggunakan gunting bahan yang sudah tumpul. Tangan memasukkan
jari ke lubang gagang gunting dan menggunting kertas .
9. Gunting Benang
Untuk menggunting
benang atau bagian-bagian yang sulit digunting dengan gunting besar dengan
menekan bagian gagang gunting.
10. Gunting Zig Zag
Untuk menyelesaikan
tepi bahan atau kampuh pada bahan yang tidak mudah bertiras dengan
cara memasukkan jari ke lubang gagang gunting yang ada dan menggunting bahan
yang akan dipotong pada tepi kain.
11. Gunting Listrik
Digunakan
oleh industry pakaian dalam jumlah besar.
12. Vetter-Band
Untuk mengetahui
letak bagian – bagian tertentu seperti pinggang, panggul
dan badan agar ukuran tidak bergeser dan tepat.
13. Rader
Untuk memberi tanda
pada bahan dengan menekan karbon jahit, caranya dengan ditekan, rader beroda polos untuk bahan halus
(sifon ,sutera dan lain-lain), rader beroda tumpul untuk bahan sejenis katun, georgete,
tetoron dan lain-lain, rader beroda tajam untuk bahan tebal sejenis coroday,
dreall, jeans dan lain-lain.
14. Karbon Warna Warni
Untuk memindahkan
tanda pola pada bahan, caranya ditekan oleh rader dan karbon diletakkan di
tengah bahan bagian buruk.
15. Topi Jari / Bidal
Digunakan untuk melindungi jari pada waktu
menjahit agar jari tidak terkena tusukkan jarum.
16. Kapur Jahit
Dipergunakan untuk memberi tanda pada
bahan kain yang akan dipotong.
17. Dedelan
Untu
mencabut benang yang telah terjahit pada kain.
18. Jarum
a. Jarum menisik
Gunanya untuk menisik atau memasang payet pada bahan. Bentuknya panjang, kecil, dan lubangnya sempit.
b. Jarum strimin
Dipakai untuk kerajinan dengan bahan strimin, mempunyai lubang
jarum lebar sehingga benang yang besarpun masuk.
c. Jarum tangan biasa
Seperti yang dipakai sehari-hari saat menjahit dengan tangan.
19. Sepatu Jahit
a. Sepatu jahit biasa
b. Sepatu jahit sebelah
c.
Sepatu
jahit semi otomatis
d. Sepatu resleting jepang
20. Setrika
21. Papan setrika
22. Bantal setrika
a. Bulat
b. Bulat Panjang
c. Panjang
Selasa, 28 Februari 2017
Belajar Menjahit
Alhamdulillahirobbil ‘alamin…..
Allah memberi kesempatakan padaku untuk
belajar menjahit, sudah sejak lama ingin bisa menjahit, baru sekarang bisa direalisasikan.
Kadang suka berandai-andai mau membuat baju ini dan itu, karena ongkos jahit di
sini lumayan agak mahal, makanya inggin bisa jahit sendiri agar memperhemat
anggran belanja pakaian.
Kita
mendapat fasilatas sebuah mesin jahit, akan tetapi alat dan bahannya kita
sendiri yang harus menyediakannya. Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan untuk
belajar menjahit bagi pemula adalah sebagai berikut :
1. Penggaris Pola
2. Buku Besar
3. Pensil warna merah
biru
4. Karbon warna warni
5. Meteran
6. Pensil
7. Bolpoint
8. Kertas HVS warna
warni
9. Skala
10. Rader
11. Gunting (kertas,
benang, kain)
12. Dedelan
13. Benang jahit
14. Tempat menggulung
benang
15. Skoci
16. Jarum
17. Kain
18. Minyak Mesin
Sahabat cukup ini dulu yang kita sediakan, ini untuk keperluan pemula, sambil jalan sambil melengkapi alat dan bahannya.
Sahabat cukup ini dulu yang kita sediakan, ini untuk keperluan pemula, sambil jalan sambil melengkapi alat dan bahannya.
Langganan:
Postingan (Atom)








