Pages

Tampilkan postingan dengan label Kisah Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Hikmah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Februari 2020

Sakit ? Allah amat menyayangimu




Tungkling... terdengar bunyi handphone di sebuah group whatsapp, obrolan biasa teman-teman kampus yang sekarang sebagian besar sudah jadi mahmud alias mamah muda. Obrolan ringan apa saja kami obrolkan mulai dari hal yang remeh temeh hingga sharing seputar pengasuhan anak, keluarga, aktivitas sosial atau hanya sekedar haha hihi. Siang itu salah satu di antara kami memberikan kabar bahwa ada salah satu dari sahabat kami yang anaknya sedang sakit, bahkan sampai kritis dan dilarikan ke rumah sakit.

Rabu, 12 Februari 2020

Wang Sinawang



Pernahkah di benak sahabat terlintas kok hidupku begini ya? , Kok hidup dia begitu ya? seperti tak ada beban sama sekali, kemudian merasa diri menjadi manusia paling tidak beruntung sedunia, naudzubillah ya!! 

Pepatah jawa mengatakan bahwa "Urip iku mung sawang sinawang" (Hidup itu cuma saling memandang)  maknanya kurang lebih begini "Bahwasannya hidup seseorang tergantung bagaimana ia memandang sebuah kehidupan". Oleh karenanya kita harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah, jauhi buruk sangka dan berkhusnudhon terhadap segala takdir yang Allah berikan kepada kita. 

Jumat, 07 Februari 2020

Mempererat Ukhuwah




Perjalanan jauh kami kali ini bukan hanya untuk sekedar jalan-jalan melepas penat dengan berbagai aktivitas harian yang nampak monoton dan cenderung membosankan. Namun, punya tujuan mulia, menjaga ukhuwah, merawat semangat serta memperluas ilmu.

Banyak pengorbanan namun jauh lebih banyak kemanfaatan yang kami dapatkan. Tidak mudak bagi sebagian kami yang notabene memiliki amanah pekerjaan di dalam perkantoran, sudah bisa di pastikan banyak waktu yang harus kami curahkan di sana, capek?? sudah pasti, tidak perlu dipertanyakan. Begitu pula sebagian lagi yang mengharuskan full time di rumah untuk mengerjakan aktivitas domestik yang serasa tiada habisnya. Capek, lelah, bosan tak jarang menghampirinya. Akan tetapi disebalik semua kelelahan dan semua kebosanan ada segudang pahala yang Allah hadiahkan buat hambaNya. Allah Maha Baik, jalankan saja peranmu !!! itu sudah cukup.

Jumat, 27 Desember 2019

Merawat Diri (Skincare)


Pertama marilah kita bersyukur atas segala nikmat Allah yang diberikan kepada kita, terkhusus fisik yang Allah anugrahkan dengan sempurna tak kurang suatu apapun. Karna banyak saudara kita yang "tak seberuntung" seperti kita. Alhamdulillah... Alhamdulillah..

Salah satu wujud syukur terhadap diri kita adalah dengan menjaga dan merawatnya dengan baik. Nah pada tulisan kali ini saya sedikit cerita tetang hobi baru saya dalam merawat diri terkhusus pada wajah.

Bahasa ngetrendnya Skincare-an, apa itu?, perawatan kulit dengan bahan-bahan/produk tertentu pada area wajah/muka. Orang bijak mengatakan bahwa skincare itu investasi untuk di sayang suami.

Yang perlu di underline adalah bahwa merawat diri (wajah) bertujuan sebagai wujud syukur kita kepada Sang Pemberi Nikmat serta untuk membahagiakan suami, insya Allah suami akan makin cinta jika melihat wajah istrinya makin cerah, seger, bening, glowing dan sebagainya...eiiitsss, tapi jangan lupa!!! akhlaq baik terhadap suami tetap yang utama (ntms)

Bagaimana cara merawatnya ?
1. Menjaga wudhu
Wajah yang sering terbasuh air wudhu akan terlihat lebih segar, aura posititifnya memancar
2. Skincare-an.
Tata caranya (ini saya pribadi lho ya rutin di lakukan sebelum tidur malam)
Pertama
Membersihkan wajah dari sisa kotoran, debu, dan make up menggunakan cleanser (oleskan milk cleanser pada seluruh wajah hingga leher kemudian bersihlan dengan kapas)

Kedua,
Mencuci muka dengan sabun muka (hindari sabun mandi), bisa facial wash, facial scrub, facial foam dll.

Ketiga,
Toner, fungsinya untuk mengecilkam pori, melembabkan kulit dll (tuang pada kapas lalu oleskan pada wajah dan leher.

Keempat,
Serum. Dianjurkan untuk yang sudah berusia 20 tahun ke atas, fungsinya untuk meregenerasi sel-sel kulit dll.

Kelima,
Mousterezer / cream malam
funsinya : melembutkan kulit, mengencangkan, menghambat penuaan dan lain sebagainya.

Keenam.
Gunakan tabir surya/sunblock saat beraktivitas di luar rumah




Sekali lagi mari niatkan merawat diri karna ibadah, karna apa yang kita dapatkan sesuai apa yang kita niatkan sebagaimana di sebutkan dalam Hadits Riwayat Bukhori Muslim. 
😊😊😊

Produknya tidak harus mahal ya, bisa juga menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar kita, misalnya masker kopi dengan zaitun, masker perasan air jeruk nipis, masker buah dll.

Sekian


Kamis, 03 Mei 2018

Tetap Khusnudzan




Klothek...klothek terdengar suara kunci pintu di buka saat kami bertiga sedang bermain dan bercanda ria di dalam rumah. "Abi datang...." (teriak si kakak sambil berlari menuju ke arah pintu), setelah itu pasti dia akan bertanya "Abi membawa apa dari sekolah?" di jawab oleh Abi sambil tersenyum "Tidak membawa apa-apa) ~ heheh ekspresi sedih di wajah kakak. Kemudian Abi mengatakan kalau habis jatuh.

Jumat, 20 Oktober 2017

Tidak bisa atau malas ?



Sering kali kita memiliki dalih "tidak bisa". Sebaiknya kita kroscek kembali, apakah kita benar-benar tidak bisa? Atau ada sesuatu hal lain hingga menyebabkan munculnya dalih tidak bisa itu kita utarakan.

Semisal kita mengatakan tidak mampu untuk mengkholaskan satu juz Al Qur'an dalam sehari, karena sibuk bekerja di kantor seharian bahkan pulang sampe malam, ato yg tidak bekerja di luar rumah sibuk dengan bisnis on line nya, sibuk dengan segudang aktivitas rumah yg tiada habisnya dari mata terbuka hingga mata terpejam kembali, ngisi training motivasi di mana-mana, kuliah padet dan bla..bla..bla sejuta alasan kita utaran untuk memaafkan diri ini. Sesibuk itukah diri kita ? Apakah memang sudah benar-benar tidak ada waktu untuk mentadaburi kalam-kalam Allah yang menjadi pedoman hidup kita ? Sudah habiskah waktu & tenaga kita untuk sejenak mendekatkan diri kepada Sang Maha Pemberi Kehidupan ?

Astaghfirullah... Mudah sekali kita memberikan pemakluman terhadap diri. Atau jangan-jangan bukannya kita tidak mampu melainkan adanya penyakit malas dan "mudah lelah" yang terus menghinggapi.

Renungan untuk diri sendiri.

Kamis, 17 Agustus 2017

Memories tentang Rohis





Aku anak rohis... 

Selalu optimis...
Bukannya sok narsis...
Kami memang manis...
Kami aktivis benci anarkis...
Walau kantongku tipis...
Ku bukan teroris.


Pasti sahabat sangat familiar dengan lirik lagu tersebut, iya lagu ini di buat karena

Kamis, 10 Agustus 2017

DAPD




Setiap melakukan perjalanan kemudian mendengar kumandang adzan di lantunkan sebagai tanda masuknya waktu sholat, kami sebisa mengkin bergegas menuju masjid terdekat. Agar kami bisa melaksanakan sholat fardlu berjama'ah.

Rabu, 15 Februari 2017

Jadilah Pribadi yang Merdeka



Untuk pagi yang menyapa kita dengan sejuknya. Lalu embun yang membasuh bumi. Menumbuhkan sengat-sengat asa untuk terus beramal salih.
Setiap hari yang kita hadapi penuh dengan tantangan, tapi Allah SWT beri kelancaran, mengiringinya dengan kemudahan. Bersandarlah kepada Nya yang Esa.
Setiap hari yang kita jalani dihadiri suka cita. Adalah Allah SWT Sang Pemberi Karunia. Utama bagi kita mensyukurinya dengan sebaik-baiknya kebajikan.
Setiap hari yang kita arungi kadang dihampiri duka. Lalu kita yang lemah mengakui kebesaran Nya. Mengakui bahwa langit, bumi, dan segala sesuatu yang ada pada keduanya adalah ciptaan Allah Yang Kuasa.
Menjadi kuatlah, sebab bangsa ini, ummat ini, menunggu karya-karya kita, kerja-kerja kita. Dan sebagaimanapun beratnya beban, dia tidak akan memilih pundak yang salah.
Bersyukurlah, sebab tidak ada nikmat yang berhenti menghampiri kita barang sedetik. Menjadikan kita memiliki semua yang dibutuhkan untuk berbuat, berkarya, bermanfaat bagi sesama.
Bangkitlah dari rasa gelisah dan putus asa, kita adalah garda paling depan untuk perubahan, untuk menyiapkan gemilangnya masa depan, harapan diantara seribu harapan.
Tersenyumlah, dan Jadilah Ummat yang Merdeka.
By : Nanda Koswara
http://www.ayolebihbaik.com/jadilah-umat-merdeka/

Rabu, 02 November 2016

Ngubak-ubak banyu bening


Air bening/jernih kalau diobok-obok nanti ikannya pada mabok. Eh....

Maksudnya jikalau kita mengobok-obok air yang jernih pasti nanti jadinya keruh dan kotor, lagian air musta'mal (bekas) tidak sah jika kita gunakan untuk bersuci. Lha koq jadi mbahas thaharah 😀😀😀

Ini lho sudah sering mendengar kalimat "ngubak-ubak banyu bening" kan? terlebih lagi orang Jawa sudah pasti mempelajarinya, kita waktu sekolah dibekali kamus kecil yang namanya KBJ (Kawruh Basa Jawa). Meski bukunya kecil dan tipis di sana banyak ilmu yang bisa kita pelajari, termasuk paribasan.


Bact to topic

ngubak-ubak banyu bening artinya membuat kerusuhan di tempat yang aman dan tenang. Kalau dikaitkan dengan tranding topic saat ini bahwasannya Islam itu kan agama yang cinta damai dan seneng paseduluran, Lha koq ujug-ujug (tiba-tiba) ada seseorang yang mengatakan kitab suci Islam sebagai alat pembodohan. Lhak yo marai kuping panas nek kayak gini tu.

Wis ngono wae yo.

Minggu, 29 Mei 2016

Sebuah Kepastian




Dua pekan berturut-turut mengunjungi rumah sakit yang sama, pekan kemarin menjenguk keluarga teman yang sedang sakit, hari ini berkunjung ke rumah sakit yang sama, menjenguk keluarga saudara yang lain. 

Banyak yang menjenguk pula, kita di sambut oleh wajah teduh yang sesekali meneteskan air mata, pilu serta merasakan kesedihan yang begitu mendalam, meski demikian ketegaran tetap terlihat dari sikapnya.

Suaminya masih berada di dalam ruangan bersama beberapa temannya yang sedang membersihkan badannya, setelah selesai kita dipersilahkan masuk ke dalam ruangan. Subhanallah...wajah beliau terlihat amat bersih, seperti orang yang sedang tertidur, iya...beliau memang sedang tidur, tidur untuk selamanya, menghadap sang pencipta. 

"Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami kembali dan kepada Tuhan kami semua akan kembali.
Ya Allah! Tulislah dia (yang meninggal dunia) termasuk golongan orang-orang yang berbuat kebaikan di sisi Engkau dan jadikanlah tulisannya itu dalam tungkatan yang tinggi serta gantilah ahlinya dengan golongan orang-orang yang pergi dengan ketaatan PadaMu"

Kematian itu datangnya, Allah merahasiakannya kepada kita agar kita menjadi orang yang senantiasa taat kepadaNya, kapanpun dan dimanapun kita berada serta dalan kondisi bagaimanapun, karna sejatinya setiah kaki yang kita langkahlan adalah menuju subuah kepastian yaitu MATI. Kesempatan hidup dan nikmatnya sehat itu merupakan bekal kita untuk terus dan terus berbuat kebaikan hingga Allah ridho terhadap apa yang kita kerjakan. 

Jumat, 27 Mei 2016

Kawan Seperjuangan



Teman Sejati
Brothers

Selama ini ku mencari-cari
Teman yang sejati
Buat menemani
Perjuangan suci

Bersyukur kini pada-Mu Ilahi
Teman yang di cari selama ini
Telah ku temui

Dengannya disisi
Perjuangan ini
Tenang di harungi
Bertambah murni kasih Ilahi

KepadaMu Allah
Ku panjatkan doa
Agar berkekalan kasih sayang kita

KepadaMu teman
Ku pohon sokongan
Pengorbanan dan pengertian

Telah ku ungkapkan segala-galanya

KepadaMu Allah
Ku pohon restu Mu
Agar kita kekal bersatu

Kepadamu teman
Teruskan perjuangan
Pengorbanan dan kesetiaan

Telah ku ungkapkan segala-galanya

Itulah tandanya
Kejujuran kita
a...a...a...
Ku mencari-cari teman yang sejati
Buat menemani perjuangan suci
o...o...a...a....



Setiap mendengar nasyid ini, selalu teringat akan perjuangan bersama sahabat-sahabat di Rohis dahulu, pasalnya lagu ini menjadi nasyid handalan untuk diperdengarkan saat menunggu peserta datang sebelum kajian dimulai. 

Alhamdulillah wa syukurilah...Allah telah mempertemukan kita bukan hanya sebatas teman belajar namun kita juga telah diberikan kesempatan untuk menikmati rasanya menjadi 'seorang dai' di sekolah (red : dakwah sekolah). 

Bermula dari kajian rutin muslimah yang kita adakan setiap hari jum'at, kita berusaha mengajak teman-teman untuk ikut belajar agama sedikit demi sedikit, pun ketika tidak ada pemateri yang bisa mengisi kajian kita 'terpaksa' untuk menggantikannya.

Selain kajian kita juga menebar kebaikan melalui media buletin, yang kita beri judul Ar Rasyid, teringat dengan jelas saat pemilihan nama buletin, sampai-sampai terjadi perdebatan yang panjang antara ikhwan dan akhwat...hehe

Agenda lain yang kita lakukan adalah mabit, sekali dalam periode kepengurusan agenda ini dilaksanakan, dan sepertinya hanya sekali saja periode kepengengurusan selanjutnya tidak ada mabit.

Mulanya di sekolah kita tidak ada rohis, atas inisiasi kita bersama, maka kita sepakat untuk membentuk RoHis (Kerohanian Islam).

Hay..kalian masih ingatkah perjuangan kita dulu saat pertama kali membahas hal ini, diskusi yang tak kunjung menemukan titik terang, obrolan yang dibahas kemana-mana alias ngalor ngidul, syuro' di ruang kos yang amat mini dan beberapa dari kita harus berada di luar ruangan, meminta pertimbangan para guru-guru, riwehnya minta tanda tangan persetujuan dari mereka saat itu.

Ku ingin menyapa kalian sekali lagi Ukhtina Hanifah Indah, Ukhtina Latifah, Ukhtina Ilza Salsabila, Ukhtina Vitha, Akhina Hafidz Al Ghuroba, Akhina Fandani dan Akhina Gigin bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga semangat juang kalian masih tetap membara seperti masa-masa itu, bahkan lebih. Semoga senantiasa istiqomah dalam kebaikan dan taqwa.

Buat adik-adikku yang masih berjuang di sekolah semangat... semangat... semangat...


Kamis, 26 Mei 2016

Bak Tanaman



Ada sebagian dari kita yang sangat suka dengan tanaman, khususnya tanaman bunga dan juga jenis-jenis tanaman lainnya. 

Kesukaan terhadap tanaman pun juga beragam, ada yang suka dengan melihat-lihat saja, suka dengan bunganya saja atau bahkan suka disertai dengan merawat dan memeliharanya agar menjadi tumbuh subur.

Jangan di kira merawat tanaman itu mudah lhoe... hal ini membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Bermula dari pemilihan bibit tanaman, bisa dengan bijinya ataupun dengan batangnya. Kemudian penyediaan media tanam yang tepat, langsung di area tanah, poly bag, air dan sebagainya. Setelah di tanam di media tidak lantas kita biarkan begitu saja, kita perlu menyiraminya setiap hari jika tidak ada air hujan, memberikan pupuk, kadang-kadang juga diberikan vitamin tanaman. Hal inilah yang sangat membutuhkan perhatian dan ketelatenan agar tanaman yang kita pelihara tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah/bunga.

Begitu juga dengan iman yang ada di dalam hati kita, sangat perlu kita rawat dengan benar. Kita cari bi'ah sholihah, kita pupuk dengan kualitas amal-amal ruhiyah, kita semai dengan hadir ke majelis-majelis ilmu agar pemahaman agama kita semakin benar.

Jangan bosan, jangan enggan untuk terus memperbaiki kualitas iman.

Minggu, 17 April 2016

Pusat Bumi, dimanakah??

Pernah tidak memikirkan batas bumi itu seperti apa, dimana dan bagaimana? 

Dahulu ketika saya kecil berkali-kali mencoba menjawab pertanyaan yang saya buat sendiri,  bumi yang saya sebut dengan nama dunia. 

Sambil mengerutkan dahi dan menerka-nerka, mungkin tidak ya kalau batas dunia itu galengan (batu yang tersusun dari bawah ke atas sebagai pembatas area tanah) baca saja pematang, karna orang-orang di kampung saya menyebutnya dengan nama galengan, jadi saya tahunya juga begitu.hehe

Back to topik... Jika menggunakan pematang yang disusun tinggi sampai ke langit bisa menjadi pembatas? Iya begitu mungkin... Eh tapi kan tetap saja setelah dikasih pematang langitnya masih ada...hmm berarti pematang tidak bisa menjadi batas dunia. 

Kalau memakai tembok yang besar? Yah.. pematang dengan tembok kan hampir sama. Ho..ho..ho.. ini pemikiran anak kecil yang belum memiliki ilmu pengetahuan, soalnya belum sekolah dan orang tua juga belum mengajarkan pelajaran ilmu alam. Mau searching... jangankan Handphone Androit Handphone Nokia 3315 aja belum punya. Hihihi.

Alhamdulillah setelah sekolah dan mendapatkan banyak pelajaran tentang dunia, maka terjawab sudah pertanyaan yang selama ini mengganjal di fikiran. Bahwa bumi itu berbentuk bulat dan ujungnya (kutubnya) saling bersambungan. So..bumi itu tidak membutuhkan pembatas. OK clear.

Bentar..bentar..bumi itu kan bulat, pusatnya dimana? Barangkali di kutubnya. Ada Kutub Utara dan Kutub Selatan. Tapi koq ada dua utara dan selatan? Sedangkan pusat itu kan harusnya cuma ada satu? 

Yuk belajar lagi !!

Masih ingat pelajaran sains ga? di sana dikatakan bahwa Greenwich Mean Time (GMT) yang menjadi titik nol waktu di seluruh dunia.

Pada mulanya pakar astronomi Sir Sanford Fleming memiliki gagasn penetapan waktu ini digunakan sebagai waktu kereta api pada tahun 1870-an.
Ini baru gagasan satu orang jadi masih belum bisa menjadi patokan penetapan bahwa Greenwich merupakan pusat bumi.

Oleh karena itu, pada tahun 1884 diselenggarakan Konferensi Meridian Internasional di Washington yang dihadiri oleh 27 utusan berbagai negara, termasuk sejumlah pakar astronomi dari seluruh dinia, dan diputuskan bahwa negara dibagi dalam 24 zona waktu, setiap zona melebar 15 derajat bujur bumi dari Greenwich, sejak saat itulah dunia mengakui Greenwich adalah titik nol dunia.

Ternyata ini pun belum dapat di jadikan sebagai argumentasi ilmiah, karena untuk pusat bumi itu harus berada pada titik Zero Magnetism alias tidak ada kecenderungan antara utara ataupun selatan, jarum kompas tidak akan bergerak karena daya tarik yang sama. Dan tempat yang memiliki titik Zero Magnetism berada di Makkah.



Hal ini terbukti pada saat perhitungan untuk menentukan arah kiblat yang dilakukan oleh para matematikawan dan astronom muslim bahwa setiap tahun ada dua hari dimana matahari berada tepat di atas Ka’bah, dan arah bayangan matahari dimanapun di dunia pasti mengarah ke Kiblat. Peristiwa tersebut terjadi setiap tanggal 28 Mei pukul 09.18 GMT (16.18 WIB) dan 16 Juli jam 09.27 GMT (16.27 WIB) untuk tahun biasa. Sedang kalau tahun kabisat, tanggal tersebut dimajukan satu hari, dengan jam yang sama.

Tentu saja pada waktu tersebut hanya separuh dari bumi yang mendapat sinar matahari. Selain itu terdapat 2 hari lain dimana matahari tepat di “balik” Ka’bah (antipoda), dimana bayangan matahari pada waktu tersebut juga mengarah ke Ka’bah. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 28 November 21.09 GMT (4.09 WIB) dan 16 Januari jam 21.29 GMT (4.29 WIB).

Bukti yang lain, pada saat Astronout Neil Amstrong melakukan perjalanan ke luar angkasa, ia terpesona menyaksikan planet bumi yang seolah menggantung dalam kegelapan. Para Astronout lagi-lagi dibuat takjub bahwa ada sebentuk radiasi yang memancar cukup jelas dari Makkah, lebih tepatnya Ka’bah, pusat sujud miliaran muslim di seluruh dunia. Hebatnya, radiasi tersebut seolah tidak berujung, bahkan ketika astronout itu melanjutkan perjalanan untuk memotret planet mars, radiasi itu terus terlihat. 
Itulah letak pusat bumi yang tepat.

Subhanallah kuasa Allah atas segala penciptaan-Nya yang tersusun dengan rapih dan sempurna.


Ref : dari berbagai sumber

Kamis, 04 Februari 2016

Katakan Tidak untuk Makan Babi !






Pasti tahu kan dengan binatang yang satu ini? Ia memiliki hidung lemper dan moncongnya panjang, serta sangat senang mengguling-gulingkan badannya di kubangan yang kotor.

Sebagai seorang muslim, sudah semestinya kita tahu bahwa daging tersebut tidak boleh kita konsumsi sebagai makanan, hukumnya haram sebagaimana yang di jelaskan di Al Qur'an Surat Al Baqarah Ayat 173 yang artinya :
"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. Al Baqarah : 173)

Jika kita fahami bahwa hal-hal yang dilarang dalam Islam itu mempuyai banyak mudharatnya dibandingkan manfaatnya. Di samping itu dari sisi kesehatan juga memiliki dampak buruk bagi tubuh seseorang.

Menurut para ilmuwan memakan daging babi akan menimbulkan berbagai penyakit, karena : 
1. Babi adalah tempat penampung penyakit seperti Cacing Pita, Cacing Spiral, Cacing Tambang, Cacing Paru-Paru, Bakteri TBC, virus cacar, virus kudis,dll. 
2.Daging Babi empuk namun sulit dicerna, akibatnya nutrient tidak dapat dimanfaatkan tubuh. 
3.Kantung Urine (Vesica Urinaria) babi sering bocor, sehingga urine tesebut merembes ke dalam daging. Akibatnya daging tersebut terkontaminasi kotoran yag semestinya dibuang keluar bersama urine. 
4.Lemak Punggung tebal dan mudah rusak oleh proses ransiditas Oksidatif (tengik), dan tidak layak dikonsumsi manusia. 
5. Babi merupakan carier virus/ penyakit Flu Burung (Avian Influenza). Di dalam tubuh babi, virus (H1N1 atau H2N1) yang tidak ganas dan tidak menular ke manusia akhirnya bermutasi menjadi virus H5N1 yang ganas/mematikan dan menular ke manusia. 
6. Penyebar penyakit.

Nah..fahamkan ? Alasan Allah melarang kita memakan daging babi.

Sekarang coba kita kenali beberapa produk yang mengandung unsur babi, karena mulai Tahun 2016 ini memasuki berlakunya MEA, negara kita akan diserbu makanan dari luar negeri khususnya dari Tiongkok dan Thai, berikut ini informasi tentang produk halal haram.

Label bertuliakan "This product contain substance from porcine". Sebenarnya maksudnya adalah "Produk ini mengandung bahan dari babi".

✔ Label yang kerap digunakan adalah "The source of gelatin capsule is porcine" yang artinya "Kapsul dari gelatin babi".

Berikut adalah istilah sains yang digunakan dalam produk yang mengandung/menggunakan unsur babi:

1. PORK : Istilah yang digunakan untuk daging babi di dalam masakan.
2. SWINE : Istilah yang digunakan untuk keseluruhan kumpulan spesies babi.
3. HOG : Istilah untuk babi dewasa, berat melebihi 50 kg.
4. BOAR : Babi liar / celeng / babi hutan.
5. LARD : Lemak babi yang digunakan untuk membuat minyak masak dan sabun.
6. BACON : Daging hewan yang disalai, termasuk / terutama babi.
7. HAM : Daging pada bagian paha babi.
8. SOW : Istilah untuk babi betina (jarang digunakan).
9. SOW MILK : susu babi.
10. PIG : Istilah umum untuk seekor babi atau sebenarnya babi muda, berat kurang daripada 50 kg.
11. PORCINE : Istilah yang digunakan untuk sesuatu yang berkaitan atau berasal dari babi. 

Porcine sering digunakan di dalam bidang pengobatan / medis untuk menyatakan sumber yang berasal dari babi

Pada makanan / minuman / sabun / pasta gigi:
E120, E140, E141, E153, E325, E422, E430, E431,E432, E433, E434, E435, E436, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481,E482, E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542,E570, E572, E631, E635.

Dapat kiriman gambar dari WA




Rabu, 19 Agustus 2015

SUAMI ISTERI DIUSIA SENJA



❤"Disebuah rumah sederhana yang asri tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan.

❤Sang suami merupakan seorang pensiunan sedang kan istrinya seorang ibu rumah tangga. Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal dirumah mereka menolak ketika putra-putri mereka menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka.

❤Jadilah mereka, sepasang suami istri yang hampir renta itu menghabiskan waktu mereka yang tersisa dirumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa dalam keluarga itu.

❤Suatu senja ba’da Isya disebuah masjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yang dikenakannya ke masjid tadi.
Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri “Kenapa Bu?”
Istrinya menoleh sambil menjawab “Sandal Ibu tidak ketemu Pa”.
“Ya udah pakai ini saja” kata suaminya sambil menyodorkan sandal yang dipakainya. Walau agak ragu sang istri tetap memakai sandal itu dengan berat hati.

❤Menuruti perkataan suaminya adalah kebiasaannya. Jarang sekali ia membantah apa yang dikatakan oleh sang suami.
Mengerti kegundahan istrinya, sang suami mengeratkan genggaman pada tangan istrinya.

❤“Bagaimanapun usahaku untuk berterimakasih pada kaki istriku yang telah menopang hidupku selama puluhan tahun itu, takkan pernah setimpal terhadap apa yang telah dilakukannya.

❤Kaki yang selalu berlari kecil membukakan pintu untuk-ku saat aku pulang, kaki yang telah mengantar anak-anakku ke sekolah tanpa kenal lelah, serta kaki yang menyusuri berbagai tempat mencari berbagai kebutuhanku dan anak-anakku”.

❤Sang istri memandang suaminya sambil tersenyum dengan tulus dan merekapun mengarahkan langkah menuju rumah tempat bahagia bersama….

❤Karena usia yang telah lanjut dan penyakit diabetes yang dideritanya, sang istri mulai mangalami gangguan penglihatan. Saat ia kesulitan merapikan kukunya, sang suami dengan lembut mengambil gunting kuku dari tangan istrinya.
Jari-jari yang mulai keriput itu dalam genggamannya mulai dirapikan dan setelah selesai sang suami mencium jari-jari itu dengan lembut dan bergumam “Terimakasih ya, Bu ”.
“Tidak, Ibu yang terimakasih sama Bapak, telah membantu memotong kuku Ibu” tukas sang istri tersipu malu.

❤“Terimakasih untuk semua pekerjaan luar biasa yang belum tentu sanggup aku lakukan. Aku takjub betapa luar biasanya Ibu. Aku tau semua takkan terbalas sampai kapanpun” kata suaminya tulus.

❤Dua titik bening menggantung disudut mata sang istri “Bapak kok bicara begitu?
Ibu senang atas semuanya Pak, apa yang telah kita lalui bersama adalah luar biasa.
Ibu selalu bersyukur atas semua yang dilimpahkan pada keluarga kita, baik ataupun buruk. Semuanya dapat kita hadapi bersama.”

❤Hari Jum’at yang cerah setelah beberapa hari hujan. Siang itu sang suami bersiap hendak menunaikan ibadah Shalat Jum’at,
Setelah berpamitan pada sang istri, ia menoleh sekali lagi pada sang istri menatap tepat pada matanya sebelum akhirnya melangkah pergi.
Tak ada tanda yang tak biasa di mata dan perasaan sang istri hingga saat beberapa orang mengetuk pintu membawa kabar yang tak pernah diduganya.

❤Ternyata siang itu sang suami tercinta telah menyelesaikan perjalanannya di dunia. Ia telah pulang menghadap sang penciptanya ketika sedang menjalankan ibadah Shalat Jum’at, tepatnya saat duduk membaca Tahyat terakhir.

Masih dalam posisi duduk sempurna dengan telunjuk kearah Kiblat, ia menghadap Yang Maha Kuasa.

❤“Subhanallah sungguh akhir perjalanan yang indah” gumam para jama’ah setelah menyadari kalau dia telah tiada.

Sang istri terbayang tatapan terakhir suaminya saat mau berangkat ke masjid. Terselip tanya dalam hatinya, mungkinkah itu sebagai tanda perpisahan pengganti ucapan selamat tinggal.
Ataukah suaminya khawatir meninggalkannya sendiri didunia ini. Ada gundah menggelayut dihati sang istri. Walau masih ada anak-anak yang akan mengurusnya,

❤Tapi kehilangan suami yang telah didampinginya selama puluhan tahun cukup 
membuatnya terguncang. Namun ia tidak mengurangi sedikitpun keikhlasan dihatinya yang bisa menghambat perjalanan sang suami menghadap Sang Khalik.
Dalam do’a dia selalu memohon kekuatan agar dapat bertahan dan juga memohon agar suaminya ditempatkan pada tempat yang layak.

❤Tak lama setelah kepergian suaminya, sang istri bermimpi bertemu dengan suaminya. Dengan wajah yang cerah sang suami menghampiri istrinya dan menyisir rambut sang istri dengan lembut. “Apa yang Bapak lakukan?’ tanya istrinya senang bercampur bingung.
“Ibu harus kelihatan cantik, kita akan melakukan perjalanan panjang. Bapak tidak bisa tanpa Ibu, bahkan setelah kehidupan didunia berakhir, Bapak selalu butuh Ibu. Saat disuruh memilih pendamping Bapak bingung, kemudian bilang pendampingnya tertinggal, Bapakpun mohon izin untuk menjemput Ibu.”

❤Istrinya menangis sebelum akhirnya berkata “Ibu ikhlas Bapak pergi, tapi Ibu juga tidak bisa bohong kalau Ibu takut sekali tinggal sendiri.. Kalau ada kesempatan mendampingi Bapak sekali lagi dan untuk selamanya tentu saja tidak akan Ibu sia-siakan."
Sang istri mengakhiri tangisannya dan menggantinya dengan senyuman.

💝Senyuman indah dalam tidur panjang selamanya…. ❤👍

Selasa, 24 Maret 2015

Berhikmah



Siang ini langit terlihat tampak cerah, alunan mega putih yang bergerak terlihat begitu menawan, warna biru semakin menambah keelokannya, namun tiba-tiba suasana itupun menjadi hitam kegelapan..oh rupanya mendungpun datang menyapa hanya dalam waktu yang tak terlalu lama, kemudian turunlah rintik-rintik hujan.

Mulanya aku berfikir bahwa hari ini tidak akan hujan, namun kenyataanya berlainan dari apa yang aku angankan.

Begitulah gambaran kehidupan, terkadang sangat jauh berbeda antara harapan dan keinginan dengan kenyataan. Oleh karenanya...sebagai manusia kita harus mampu mengambil hikmah dari sebuah kisah, sehingga kelak menjadi seseorang yang ridha terhadap apa-apa yang Allah putuskan.

Senin, 13 Mei 2013

Masih Butuh Banyak Sentuhan


Suatu hari, saya pulang ke rumah untuk berlibur karena usai Ujian Semester. Saya turun di Pasar Giribelah , sebagaimana biasanya saya menunggu jemputan oleh suadara disana. Saat itu waktu menunjukkan pukul 14.45 bergegas aku mencari sebuah masjid untuk menunaikan Shalat Asar yang ada di sekitar pasar tersebut sembari menuju jemputan datang, saya pun segera berwudhu, waktu yang ada aku gunakan untuk tilawah sebelum muadzin mengumandangkan adzan.
Waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 tapi belum ada seorangpun yang datang ke masjid “oh mungkin sebentar lagi” “batinku”. Kulanjutkan lantunan tilawah untuk mengangungkan asmaNya. Setelah 15 menit berlalu akhirnya ku putuskan untuk sholat Asar secara munfarid. Hingga sampai pada salam penutup, tak tampak tanda-tanda datangnya seseorang ke masjid.
Hanphone pun berdering ada pesan singkat masuk “ nduk saya sudah sampe di pasar” Bergegas aku kembali ke tempat pemberhentian bus yang tadi. Sepanjang perjalanan di dalam hatiku masih mengganjal, kondisi masjid yang ukurannya cukup besar tersebut namun tak ada jama’ahnya bahkan muadzinpun juga tak jua mengumandangkan adzan.
Permasalahan seperti itu sering terjadi dlingkungan sekitar kita, tidak hanya satu atau dua masjid saja bahkan terjadi di banyak masjid yang notabene masjid-masjid yang terletak di kota-kota besar. Yang menjadi pertanyaan kenapa hal itu bisa terjadi? Dan bagaimana mengatasinya?
Sumber daya manusia (SDM), masjid-masjid khususnya di daerah pedalaman masih sangat kekurangan personil untuk menghidupkan dakwah di wilayahnya. Hal ini saya rasakan ketika berada di rumah. Salah satu contoh paling sederhana: saat warga di sini membutuhkan guru mengaji, ke mana lagi kami akan mencari pengajar? Jumlah pengajar yang ada belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan mereka. Masalah ini coba disiasati dengan mendatangkan pengajar khusus untuk membina calon-calon guru mengaji dari luar dusun, lagi-lagi, para pengajar tidak bisa melanjutkan mengajarnya karena sudah mendapatkan amanah mengelola remaja masjid di daerahnya masing-masing.
Solusinya adalah menyiapkan para da’i/ah yang siap untuk terjun ke masyarakat pedalaman untuk menyebarkan fikroh dakwah...
Ada yang siap? Let’s Go