Pages

Jumat, 10 Maret 2017

Alat dan Bahan Menjahit




Di postingan sebelumnya sudah saya sampaikan kebutuhan mendasar yang harus dimiliki sahabat saat akan belajar menjahit. Selanjutnya akan saya sampaikan beberapan peralatan dan bahan-bahan untuk menjahit besera kegunaannya, yakni :
1.  Buku Besar
Untuk mencatat semua pelajaran yang disampikan instruktur saat kegiatan belajar menjahit.
2.  Skala
Sebagai alat ukur dalam menggambar  pola dalam ukuran kecil seperti ukuran skala 1/2, 1/4, 1/6, 1/8.
3.  Penggaris Aneka Ukran
Penggaris ukuran 30 cm /60 cm, penggaris siku lengkung, penggaris pembentuk bagian pinggul (dreesmaking), dll.
4.  Bolponit, Pensil, Penghapus
5.  Pensil warna merah biru
Untuk mewarnai pola agar dapat membedakan pola depan (merah) dan belakang (biru)
6.  Meteran
Alat yang dipakai untuk mengambil ukuran badan untuk mengetahui ukuran yang diperoleh dan alat pengukur pada waktu menggambar pola besar.
7.  Gunting Kain
Khusus untuk menggunting kain atau tekstil. Tidak diperbolehkan untuk menggunting kertas atau lainnya agar tetap tajam, gunting kain salah satu pegangan harus cukup besar sehingga cukup untuk empat jari , pegangan yang kedua untuk ibu jari. Saat menggunting bahan tangan kanan memegang gunting dengan jari masuk kelubang yang telah ada dan tangan kanan menekan bahan saat menggunting.
8.  Guting Kertas
Khusus digunakan untuk menggunting kertas dapattmenggunakan gunting bahan yang sudah tumpul. Tangan memasukkan jari ke lubang gagang gunting dan menggunting kertas .
9.  Gunting Benang
Untuk menggunting benang atau bagian-bagian yang sulit digunting dengan gunting besar dengan menekan bagian gagang gunting.
10. Gunting Zig Zag
Untuk menyelesaikan tepi bahan atau kampuh pada bahan yang  tidak mudah bertiras dengan cara memasukkan jari ke lubang gagang gunting yang ada dan menggunting bahan yang akan dipotong pada tepi kain.
11. Gunting Listrik
Digunakan oleh industry pakaian dalam jumlah besar.
12. Vetter-Band
Untuk mengetahui letak  bagian – bagian tertentu seperti pinggang, panggul dan   badan  agar ukuran tidak bergeser dan tepat.
13. Rader
Untuk memberi tanda pada bahan dengan menekan karbon jahit, caranya dengan  ditekan, rader beroda polos untuk bahan halus (sifon ,sutera dan lain-lain), rader beroda tumpul untuk bahan sejenis katun, georgete, tetoron dan lain-lain, rader beroda tajam untuk bahan tebal sejenis coroday, dreall, jeans dan lain-lain.
14. Karbon Warna Warni
Untuk memindahkan tanda pola pada bahan, caranya ditekan oleh rader dan karbon diletakkan di tengah bahan bagian buruk.
15. Topi Jari / Bidal
Digunakan untuk melindungi jari pada waktu menjahit agar jari tidak terkena tusukkan jarum.
16. Kapur Jahit
Dipergunakan untuk memberi tanda pada bahan  kain yang akan dipotong.
17. Dedelan
Untu mencabut benang yang telah terjahit pada kain.
18. Jarum
     a.  Jarum menisik
       Gunanya untuk menisik atau memasang payet pada bahan. Bentuknya        panjang, kecil, dan lubangnya sempit.
     b.  Jarum strimin
     Dipakai untuk kerajinan dengan bahan strimin, mempunyai lubang jarum      lebar sehingga benang yang besarpun masuk. 
     c.  Jarum tangan biasa
    Seperti yang dipakai sehari-hari saat menjahit dengan tangan.
19. Sepatu Jahit
     a.  Sepatu jahit biasa
     b.  Sepatu jahit sebelah
  c.  Sepatu jahit semi otomatis
     d.  Sepatu resleting jepang
20. Setrika
21. Papan setrika
22. Bantal setrika
     a.  Bulat
     b.  Bulat Panjang
     c.  Panjang



Selasa, 28 Februari 2017

Belajar Menjahit



Alhamdulillahirobbil ‘alamin…..
Allah memberi kesempatakan padaku untuk belajar menjahit, sudah sejak lama ingin bisa menjahit, baru sekarang bisa direalisasikan. Kadang suka berandai-andai mau membuat baju ini dan itu, karena ongkos jahit di sini lumayan agak mahal, makanya inggin bisa jahit sendiri agar memperhemat anggran belanja pakaian.
Kita mendapat fasilatas sebuah mesin jahit, akan tetapi alat dan bahannya kita sendiri yang harus menyediakannya. Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan untuk belajar menjahit bagi pemula adalah sebagai berikut :
1.  Penggaris Pola
2.  Buku Besar
3.  Pensil warna merah biru
4.  Karbon warna warni
5.  Meteran
6.  Pensil
7.  Bolpoint
8.  Kertas HVS warna warni
9.  Skala
10. Rader
11. Gunting (kertas, benang, kain)
12. Dedelan
13. Benang jahit
14. Tempat menggulung benang
15. Skoci
16. Jarum
17. Kain
18. Minyak Mesin

Sahabat cukup ini dulu yang kita sediakan, ini untuk keperluan pemula, sambil jalan sambil melengkapi alat dan bahannya.

Rabu, 15 Februari 2017

Jadilah Pribadi yang Merdeka



Untuk pagi yang menyapa kita dengan sejuknya. Lalu embun yang membasuh bumi. Menumbuhkan sengat-sengat asa untuk terus beramal salih.
Setiap hari yang kita hadapi penuh dengan tantangan, tapi Allah SWT beri kelancaran, mengiringinya dengan kemudahan. Bersandarlah kepada Nya yang Esa.
Setiap hari yang kita jalani dihadiri suka cita. Adalah Allah SWT Sang Pemberi Karunia. Utama bagi kita mensyukurinya dengan sebaik-baiknya kebajikan.
Setiap hari yang kita arungi kadang dihampiri duka. Lalu kita yang lemah mengakui kebesaran Nya. Mengakui bahwa langit, bumi, dan segala sesuatu yang ada pada keduanya adalah ciptaan Allah Yang Kuasa.
Menjadi kuatlah, sebab bangsa ini, ummat ini, menunggu karya-karya kita, kerja-kerja kita. Dan sebagaimanapun beratnya beban, dia tidak akan memilih pundak yang salah.
Bersyukurlah, sebab tidak ada nikmat yang berhenti menghampiri kita barang sedetik. Menjadikan kita memiliki semua yang dibutuhkan untuk berbuat, berkarya, bermanfaat bagi sesama.
Bangkitlah dari rasa gelisah dan putus asa, kita adalah garda paling depan untuk perubahan, untuk menyiapkan gemilangnya masa depan, harapan diantara seribu harapan.
Tersenyumlah, dan Jadilah Ummat yang Merdeka.
By : Nanda Koswara
http://www.ayolebihbaik.com/jadilah-umat-merdeka/

Sabtu, 11 Februari 2017

Mereka





Sahabat yang baik itu ibarat bintang, ia tidak selalu tampak namun tetap bersemayam di dalam hati, ia senantiasa mendekap kita meski seisi dunia telah menjauh, ia laksana tangan dengan mata, disaat tangan terluka mata pun turut menangis, dan disaat mata menangis tangan menghapus air mata.

Sebuah anugrah bisa dipertemukan dengan sahabat seperti kalian,  yang menguatkan saat kaki mulai lelah melangkah, yang menemani saat diri takut berjalan sendirian, yang menyemangatinya saat diri enggan dan bermalas-malasan dalam amalan.

Berkahi persahabatan kami di dunia hingga ke jannah-Mu Ya Robb.

Selasa, 24 Januari 2017

Menikah adalah Manajemen Ketidakcocokan


Desain dari Sang Pencipta telah membuat banyak perbedaan pada diri laki-laki dan perempuan. Justru di sinilah letak keindahannya.

Ketika menikah, sering terkejut oleh hal-hal yang berbeda di antara mereka berdua. Tak jarang berujung kinflik.

Karena berbeda, maka diperlukan harmonisasi. Berbeda itu fitrah. Harmonis itu upaya.

Sepanjang hidup berumah tangga, diperlukan kearifan dalam menyelaraskan perbedaan. Karena menikah adalah menajemen ketidakcocokan yang harus dikelola dengan matang dan dewasa.

Tiga Langkah Mengelola Ketidakcocokan

Karena menikah adalah proses manajemen ketidakcocokan, maka diperlukan sejumlah langkah untuk merealisasikannya.
1.    Temukan Kecocokan
Langkah pertama adalah : temukan sebanyak mungkin hal-hal yang cocok dan sesuai antara suami dan istri.
2.    Cari Titik Temu
Langkah kedua adalah : jika bertemu hal yang tidak cocok, carilah titik temu yang bisa diterima oleh kedua belah pihak.
3.    Terima Apa Adanya
Langkah ketiga : jika sudah berusaha mencari titik temu tapi tidak bisa mendapatkan, maka terimalah pasangan anda apa adanya.

Jika tiga langkah ini berhasil ditempuh, niscaya tidak perlu ada perceraian.

(Cahyadi Takariawan)