Pages

Sabtu, 04 Juni 2016

RAMADHANKAN HATIKU





 Ramadhan oh Ramadhan…
Marhaban ya Ramadhan… selamat datang kembali bulan ramadhan, telah lama engkau kita nantikan, kehadiranmu begitu istimewa bagi kita, dengan suka cita kami menyambutmu, menyapamu dengan ramah dan berusaha mengisi hari-hari kita dengan peningkatan kuantitas dan kualitas amalan. Alhamdulillah hingga detik ini kita masih dapat merasakan nikmatnya bernafas, tinggal dalam hitangan jam lagi, engkau benar-benar akan mendatangi kita.
Semoga ramadhan kali ini kita benar-benar bisa mengoptimalkan dengan sebaik-baiknya, sehingga kita bias menjadi orang-orang yang muttaqin. Yuk kawan … !!! kita buat agenda ramadhan, agar aktivitas kita terlaksana dengan rapi, terutama target ramadhan yang akan kita capai.
Ini sebagai contoh saja ya…agenda amal di bulan ramadhan :
1.       Puasa Ramadhan (full) kecuali jika wanita sedang ada udzur syar’i.
2.      Melaksanakan Sholat Fardlu secara berjama’ah di masjid.
3.     Sholat Tarawih, Witir, Tahajud (Qiyamur Ramadhan) setiap malam.
4.     Sholat Dhuha setiap hari.
5.      Tilawah Al Qur’an setiap hari minimal 1juz/2juz/3juz dst.
6.     Tadabbur (memahami) ayat-ayat Al Qur’an.
7.      Membaca dzikir pagi dan petang.
8.     I’tikaf di sepuluh hari terakhir ramadhan.
9.     Menbayar zakat da infaq.
10.  Hadir ke majelis-majelis ilmu / kajian.
11.    Member hadiah khususnya pada keluarga.
12.   Meningkatkan keakraban keluarga.
13.  Silaturohim kepada kerabat, saudara-saudara dan juga para tetangga.
14.  Menyelenggarakan Khatmul Qur’an bersama masyarakat.

Oya kawan…
Menyambut ramadhan tidak lantas cukup dengan kegembiraan saja. Harus ada bekal yang perlu kita persiapkan untuk menyambutnya, diantaranya :
1.       Persiapan Mental
Yakni dengan meningkatkan cinta kepada Allah SWT dan RasulNya. Bersuka cita tanpa merasa terbebani.
2.      Persiapan Ruhiyah
Yakni dengan cara memperbanyak puasa di Bulan Sya’ban, membaca fiqh puasa, memperbanyak tilawah dll.
3.     Persiapan Fisik
Yakni dengan menjaga kesehatan badan , membersihkan rumah jika perlu di hias seindah mungkin, membersihkan lingkungan, membersihkan masjid dll.
4.     Persiapan Fikriyah
Yakni dengan memdalami ilmu pengetahuan khususnya tentang ramadhan.
5.      Persiapan Finansial
6.     Yakni dengan menyiapkan harta selama 11 bulan hingga pada saat ramadhan tidak ‘ngoyo’ mencari uang.

Semoga bermanfaat kawan


Kamis, 02 Juni 2016

ISTRI HEBAT



      Setiap perempuan sudah pasti ingin menjadi seseorang yang istimewa di hati suaminya kelak ketika sudah berumah tangga, istri hebat itulah dambaaannya. Ini ada lima hal ciri sebagai istri yang hebat :

1. Tidak mudah panik dalam menghadapi masalah.
      Istri yang hebat adalah istri yang tidak mudah panik saat menghadapi masalah. Kesabaran menjadi pondasi ketenangannya dan dengan ketenangan ia bisa berpikir lebih jernih serta mengambil tindakan terbaik atas segala masalah yang dihadapinya. Istri yang tidak mudah panik pada akhirnya akan membuat suami semakin cinta dan keluarga semakin bahagia.

2. Memberi motivasi saat suami menghadapi tekanan.
      Setiap suami pasti pernah mengalami tekanan. Entah tekanan karena pekerjaan, tekanan dalam mualamah, tekanan dalam berinteraksi dengan teman dan kolega, maupun tekanan saat berdakwah. Istri yang hebat adalah istri yang bisa menenangkan dan memotivasi suaminya. Tekanan yang didapat di luar rumah, segera akan ternetralisir di dalam rumah karena bertemu Anda, istrinya tercinta. Stres saat menghadapi masalah di luar rumah segera mengendor di dalam rumah ketika berjumpa dengan Anda, istrinya tercinta.

3. Memberi inspirasi saat suami menghadapi masalah.
      Jika suamimu pulang mengeluhkan pekerjaan, jangan engkau marahi: “Kerja gajinya kecil, selalu ada masalah. Dasar suami bodoh.” Astagfirullah… betapa kacaunya hati suami mendapatkan komentar seperti itu. Lebih baik sambut dengan mesra, siapkah teh manis, dengarkan setiap keluh-nya dan berpikirlah sejernih mungkin seraya berdoa. Semoga engkau seperti Ummu Salamah yang bisa memberikan ide dan inspirasi untuk suami tercinta.

4. Menjadi pelipur lara bagi suami
      Istri yang hebat, ia bisa menghibur suaminya. Tidak hanya melalui urusan ranjang, tetapi juga melalui canda-canda berdua. Betapa senangnya suami yang ditemani oleh istri yang periang dan membuatnya tersenyum, di saat dirinya di luar rumah sering berhadapan dengan hal-hal serius yang menguras pikiran dan menguras energi.

5. Jujur dan minta maaf jika melakukan kesalahan.
      Demikianlah istri yang hebat. Jika ia salah, ia jujur dan mau meminta maaf. Persoalah gengsi dan tidak mau meminta maaf merupakan penyakit berbahaya dalam rumah tangga. Betapa banyak pasangan yang bercerai karena pasangan suami istri sama-sama mengedepankan ego dan gengsinya. Tak ada yang mau mengalah, tak ada yang mau minta maaf meskipun salah.
Istri yang hebat adalah istri yang tidak gengsi untuk minta maaf dan meminta ridha suami, terlebih ketika dirinya sadar bahwa ia baru saja melakukan kekeliruan

Sumber : Ummi Online

Minggu, 29 Mei 2016

Sebuah Kepastian




Dua pekan berturut-turut mengunjungi rumah sakit yang sama, pekan kemarin menjenguk keluarga teman yang sedang sakit, hari ini berkunjung ke rumah sakit yang sama, menjenguk keluarga saudara yang lain. 

Banyak yang menjenguk pula, kita di sambut oleh wajah teduh yang sesekali meneteskan air mata, pilu serta merasakan kesedihan yang begitu mendalam, meski demikian ketegaran tetap terlihat dari sikapnya.

Suaminya masih berada di dalam ruangan bersama beberapa temannya yang sedang membersihkan badannya, setelah selesai kita dipersilahkan masuk ke dalam ruangan. Subhanallah...wajah beliau terlihat amat bersih, seperti orang yang sedang tertidur, iya...beliau memang sedang tidur, tidur untuk selamanya, menghadap sang pencipta. 

"Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami kembali dan kepada Tuhan kami semua akan kembali.
Ya Allah! Tulislah dia (yang meninggal dunia) termasuk golongan orang-orang yang berbuat kebaikan di sisi Engkau dan jadikanlah tulisannya itu dalam tungkatan yang tinggi serta gantilah ahlinya dengan golongan orang-orang yang pergi dengan ketaatan PadaMu"

Kematian itu datangnya, Allah merahasiakannya kepada kita agar kita menjadi orang yang senantiasa taat kepadaNya, kapanpun dan dimanapun kita berada serta dalan kondisi bagaimanapun, karna sejatinya setiah kaki yang kita langkahlan adalah menuju subuah kepastian yaitu MATI. Kesempatan hidup dan nikmatnya sehat itu merupakan bekal kita untuk terus dan terus berbuat kebaikan hingga Allah ridho terhadap apa yang kita kerjakan. 

Jumat, 27 Mei 2016

Kawan Seperjuangan



Teman Sejati
Brothers

Selama ini ku mencari-cari
Teman yang sejati
Buat menemani
Perjuangan suci

Bersyukur kini pada-Mu Ilahi
Teman yang di cari selama ini
Telah ku temui

Dengannya disisi
Perjuangan ini
Tenang di harungi
Bertambah murni kasih Ilahi

KepadaMu Allah
Ku panjatkan doa
Agar berkekalan kasih sayang kita

KepadaMu teman
Ku pohon sokongan
Pengorbanan dan pengertian

Telah ku ungkapkan segala-galanya

KepadaMu Allah
Ku pohon restu Mu
Agar kita kekal bersatu

Kepadamu teman
Teruskan perjuangan
Pengorbanan dan kesetiaan

Telah ku ungkapkan segala-galanya

Itulah tandanya
Kejujuran kita
a...a...a...
Ku mencari-cari teman yang sejati
Buat menemani perjuangan suci
o...o...a...a....



Setiap mendengar nasyid ini, selalu teringat akan perjuangan bersama sahabat-sahabat di Rohis dahulu, pasalnya lagu ini menjadi nasyid handalan untuk diperdengarkan saat menunggu peserta datang sebelum kajian dimulai. 

Alhamdulillah wa syukurilah...Allah telah mempertemukan kita bukan hanya sebatas teman belajar namun kita juga telah diberikan kesempatan untuk menikmati rasanya menjadi 'seorang dai' di sekolah (red : dakwah sekolah). 

Bermula dari kajian rutin muslimah yang kita adakan setiap hari jum'at, kita berusaha mengajak teman-teman untuk ikut belajar agama sedikit demi sedikit, pun ketika tidak ada pemateri yang bisa mengisi kajian kita 'terpaksa' untuk menggantikannya.

Selain kajian kita juga menebar kebaikan melalui media buletin, yang kita beri judul Ar Rasyid, teringat dengan jelas saat pemilihan nama buletin, sampai-sampai terjadi perdebatan yang panjang antara ikhwan dan akhwat...hehe

Agenda lain yang kita lakukan adalah mabit, sekali dalam periode kepengurusan agenda ini dilaksanakan, dan sepertinya hanya sekali saja periode kepengengurusan selanjutnya tidak ada mabit.

Mulanya di sekolah kita tidak ada rohis, atas inisiasi kita bersama, maka kita sepakat untuk membentuk RoHis (Kerohanian Islam).

Hay..kalian masih ingatkah perjuangan kita dulu saat pertama kali membahas hal ini, diskusi yang tak kunjung menemukan titik terang, obrolan yang dibahas kemana-mana alias ngalor ngidul, syuro' di ruang kos yang amat mini dan beberapa dari kita harus berada di luar ruangan, meminta pertimbangan para guru-guru, riwehnya minta tanda tangan persetujuan dari mereka saat itu.

Ku ingin menyapa kalian sekali lagi Ukhtina Hanifah Indah, Ukhtina Latifah, Ukhtina Ilza Salsabila, Ukhtina Vitha, Akhina Hafidz Al Ghuroba, Akhina Fandani dan Akhina Gigin bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga semangat juang kalian masih tetap membara seperti masa-masa itu, bahkan lebih. Semoga senantiasa istiqomah dalam kebaikan dan taqwa.

Buat adik-adikku yang masih berjuang di sekolah semangat... semangat... semangat...


Kamis, 26 Mei 2016

Bak Tanaman



Ada sebagian dari kita yang sangat suka dengan tanaman, khususnya tanaman bunga dan juga jenis-jenis tanaman lainnya. 

Kesukaan terhadap tanaman pun juga beragam, ada yang suka dengan melihat-lihat saja, suka dengan bunganya saja atau bahkan suka disertai dengan merawat dan memeliharanya agar menjadi tumbuh subur.

Jangan di kira merawat tanaman itu mudah lhoe... hal ini membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Bermula dari pemilihan bibit tanaman, bisa dengan bijinya ataupun dengan batangnya. Kemudian penyediaan media tanam yang tepat, langsung di area tanah, poly bag, air dan sebagainya. Setelah di tanam di media tidak lantas kita biarkan begitu saja, kita perlu menyiraminya setiap hari jika tidak ada air hujan, memberikan pupuk, kadang-kadang juga diberikan vitamin tanaman. Hal inilah yang sangat membutuhkan perhatian dan ketelatenan agar tanaman yang kita pelihara tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah/bunga.

Begitu juga dengan iman yang ada di dalam hati kita, sangat perlu kita rawat dengan benar. Kita cari bi'ah sholihah, kita pupuk dengan kualitas amal-amal ruhiyah, kita semai dengan hadir ke majelis-majelis ilmu agar pemahaman agama kita semakin benar.

Jangan bosan, jangan enggan untuk terus memperbaiki kualitas iman.